Aksi Kepala Desa Naik Sisingaan Gegerkan Milangkala ke-50 Kutamakmur

0
Caption: Aksi Kepala Desa Naik Sisingaan Gegerkan Milangkala ke-50 Kutamakmur

Karawang – Perayaan Milangkala ke-50 Desa Kutamakmur, Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang, bukan sekedar pesta rakyat biasa. Di balik kemeriahannya, tersimpan pesan kuat tentang identitas, sejarah, dan kebersamaan warga yang kembali ditegaskan di tengah perubahan zaman.

Selama dua hari, Minggu hingga Senin (19–20 April 2026), desa ini berubah menjadi lautan manusia. Warga tumpah ruah mengikuti rangkaian acara, mulai dari budaya hingga hiburan rakyat. Namun yang paling menyita perhatian adalah pertunjukan seni tradisional sisingaan, ikon budaya yang bukan hanya menghibur, tapi juga sarat makna perjuangan dan kebanggaan lokal.

Antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi. Tak hanya warga setempat, tamu dari luar daerah pun turut hadir, seolah perayaan ini menjadi magnet sosial yang mempertemukan berbagai kalangan dalam satu ruang kebersamaan.

Panitia menegaskan, Milangkala ke-50 ini bukan sekedar seremoni tahunan. Ini adalah titik refleksi perjalanan panjang Desa Kutamakmur. Setengah abad bukan waktu yang singkat, dan perayaan ini menjadi cara warga merayakan capaian sekaligus meneguhkan arah masa depan.

“Ini bukan sekedar ulang tahun desa, tapi momentum untuk mengingat perjalanan panjang Kutamakmur. Kami ingin seluruh masyarakat merasakan kebahagiaan dan kebanggaan di usia ke-50 ini,” ujar salah satu panitia.

Sorotan publik semakin memuncak saat Kepala Desa Kutamakmur, Juhariah, tampil tak biasa. Ia naik ke atas sisingaan sambil menari, aksi yang jarang dilakukan seorang kepala desa. Spontan, tepuk tangan dan sorak-sorai warga pecah. Momen ini bukan hanya hiburan, tetapi juga simbol kedekatan pemimpin dengan rakyatnya.

Tak kalah menyentuh, arak-arakan yang melibatkan keluarga para kepala desa terdahulu membawa foto-foto pemimpin sebelumnya. Ini bukan sekedar parade, melainkan bentuk penghormatan terhadap para tokoh yang telah meletakkan fondasi pembangunan desa.

Dukungan pun mengalir dari berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Karawang, hingga unsur TNI-Polri dan organisasi kemasyarakatan. Kehadiran mereka mempertegas bahwa Milangkala ini memiliki arti penting, bukan hanya bagi Kutamakmur, tetapi juga bagi wilayah sekitarnya.

Kepala Desa Srijaya, Lilis Susilawati, yang turut hadir, mengapresiasi kemeriahan tersebut. Ia menilai perayaan ini berhasil melampaui sekedar hiburan, menjadi ajang mempererat silaturahmi antar desa.

“Perayaan ini luar biasa. Bukan sekedar hiburan, tapi juga mempererat silaturahmi. Harapan saya, Kutamakmur semakin maju, kompak, dan terus berkembang,” ujarnya.

Milangkala ke-50 ini pada akhirnya menjadi lebih dari sekedar perayaan. Ia menjelma menjadi cermin kekuatan budaya, persatuan, dan semangat gotong royong, nilai-nilai yang justru semakin relevan di tengah tantangan zaman.

Penulis: Alim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini