16 Siswa SD Diduga Keracunan MBG di Kertasari, LKPK-PANRI Jabar Sorot Dugaan Dapur “Tertutup” Milik Oknum Dewan

0
Caption: 16 Siswa SD Diduga Keracunan MBG di Kertasari, LKPK-PANRI Jabar Sorot Dugaan Dapur “Tertutup” Milik Oknum Dewan

Bandung – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang sebagai solusi peningkatan gizi anak justru menuai sorotan tajam. Sebanyak 16 siswa SD Negeri Cibeureum, Kampung Cihalimun, Desa Cibeureum, Kecamatan Kertasari, dilaporkan mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan dari dapur MBG, Jumat (17/4/2026).

Hingga kini, para siswa masih menjalani perawatan di Puskesmas Kertasari. Insiden ini memicu reaksi keras dari Lembaga Koordinasi Pemberantasan Korupsi dan Penyelamat Aset Negara Republik Indonesia (LKPK-PANRI) Jawa Barat.

Perwakilan lembaga, Bejo Suhendro, menyebut pihaknya telah turun langsung ke lapangan setelah menerima laporan masyarakat. Dari hasil penelusuran awal, muncul dugaan adanya persoalan serius dalam pengelolaan dapur MBG di wilayah tersebut.

“Informasi yang kami terima, dapur MBG ini dikelola oleh saudara Eti, mantan Kepala Desa Cibeureum, dan disebut-sebut dimiliki oleh seorang anggota dewan aktif dari Dapil 6 Kabupaten Bandung,” ujar Bejo, Minggu (19/4/2026).

Ia menegaskan, jika benar terdapat keterlibatan pejabat publik, seharusnya standar kualitas dan keamanan pangan menjadi prioritas utama, bukan justru memicu insiden yang membahayakan anak-anak.

Dugaan Pengelolaan Tertutup

LKPK-PANRI juga menyoroti sistem pengelolaan dapur yang dinilai tidak transparan. Berdasarkan laporan warga, akses pengawasan terhadap proses pengolahan makanan disebut sangat terbatas.

“Pengelola terkesan tertutup. Hanya orang-orang tertentu yang bisa mengontrol. Ini rawan penyimpangan, apalagi menyangkut konsumsi anak sekolah,” lanjutnya.

Lebih jauh, lembaga tersebut menduga bahan makanan yang digunakan tidak memenuhi standar kebersihan, sehingga berpotensi menjadi penyebab keracunan.

Desakan Penutupan Sementara dan Audit Total

Atas kejadian ini, LKPK-PANRI Jawa Barat mendesak agar dapur MBG di Kecamatan Kertasari segera dihentikan sementara untuk dilakukan evaluasi menyeluruh.

“Harus ada audit total. Jika terbukti lalai, pengelola wajib bertanggung jawab, baik secara administrasi maupun hukum,” tegas Bejo.

Ia juga meminta pemerintah daerah dan pihak terkait turun langsung memastikan kasus serupa tidak terulang.

Citra Program Nasional Dipertaruhkan

Insiden ini dinilai mencederai semangat program nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Program MBG yang seharusnya menjadi solusi peningkatan gizi anak, justru berpotensi menimbulkan krisis kepercayaan jika pengawasan di lapangan lemah.

“Programnya bagus, tapi implementasinya jangan sampai asal-asalan. Kalau begini, masyarakat bisa kehilangan kepercayaan,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola dapur maupun anggota dewan yang disebut dalam laporan tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini