Karawang – Sebuah curhatan warga di media sosial mendadak viral dan memantik perhatian publik setelah seorang pembeli ikan mengaku mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari oknum juru parkir di kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Desa Ciparagejaya, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang.
Keluhan tersebut muncul dari unggahan akun Facebook bernama Alfi Purnamasari di grup “Info Kec. Tempuran”. Dalam unggahannya, ia mengaku diminta membayar tarif parkir sebesar Rp5 ribu meski hanya singgah sekitar 10 hingga 15 menit untuk membeli lauk di area lelang ikan.
“Ka lelang tibang 10-15 menit, dipenta parkir 5 rb, dibere 2 rbu malah ambek2an,” tulisnya dalam unggahan yang kini ramai dibagikan dan menuai ratusan komentar dari warganet, Sabtu (16/5/2026).
Tak hanya soal tarif parkir, warga tersebut juga mengaku mendapat ucapan bernada intimidatif setelah hanya memberikan uang parkir Rp2 ribu. Dalam percakapan yang turut diunggah, korban mengaku diarahkan agar tidak lagi parkir di lokasi tersebut apabila tidak membayar sesuai keinginan oknum juru parkir.
“Lain kali jangan parkir di sini, parkirnya di sana kalau bayar 2 ribu,” tulis pengakuan korban.
Viralnya curhatan tersebut langsung memicu beragam reaksi dari masyarakat. Banyak netizen menilai praktik parkir di area publik seharusnya dilakukan secara manusiawi dan tidak disertai ancaman terhadap pengunjung.
“Kalau benar ada ancaman hanya gara-gara uang parkir, itu sudah keterlaluan,” tulis salah satu warganet di kolom komentar.
Sebagian warga juga mempertanyakan kejelasan tarif parkir di kawasan TPI tersebut. Mereka meminta pengelola lokasi maupun aparat terkait segera turun tangan agar dugaan praktik pungutan liar dan tindakan arogan tidak terus berulang.
Kasus ini kembali menyoroti persoalan parkir liar di ruang publik yang kerap dikeluhkan masyarakat. Di tengah kondisi ekonomi yang sulit, warga berharap pelayanan di fasilitas umum tidak justru menambah keresahan.
Hingga berita ini ditulis, belum ada klarifikasi resmi dari pihak pengelola parkir maupun otoritas setempat terkait viralnya dugaan tindakan arogan tersebut.


