
Karawang – Kegiatan wisuda anak TK yang digelar di Aula Husni Hamid, Kompleks Pemda Karawang, berlangsung meriah dan penuh kebahagiaan, Selasa (16/6/2026). Puluhan siswa dari wilayah Kecamatan Klari tampak antusias mengikuti prosesi yang menjadi momen berkesan bagi mereka dan para orang tua.
Sejumlah wali murid mengaku bangga melihat putra-putri mereka tampil dalam acara tersebut. Suasana haru dan bahagia terlihat mewarnai jalannya kegiatan yang diklaim sebagai bentuk apresiasi atas proses belajar anak-anak usia dini.
“Alhamdulillah,” ujar salah seorang orang tua murid asal desa Anggadita saat dimintai tanggapannya mengenai pelaksanaan wisuda.
Namun, di balik kemeriahan acara, muncul pertanyaan yang berpotensi memantik perhatian publik. Saat awak media berupaya meminta keterangan resmi mengenai pelaksanaan kegiatan, panitia penyelenggara terkesan enggan memberikan penjelasan. Alih-alih menjawab pertanyaan yang diajukan, panitia justru mengarahkan wartawan kepada kepala sekolah.
Ironisnya, ketika awak media mencoba mencari pihak yang dimaksud, kepala sekolah tersebut sudah tidak berada di lokasi kegiatan. Kondisi ini menimbulkan tanda tanya mengenai keterbukaan penyelenggara terhadap informasi publik terkait kegiatan yang melibatkan banyak peserta didik dan orang tua.
Sikap saling lempar tanggung jawab dalam memberikan keterangan dinilai dapat menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat. Padahal, kegiatan pendidikan yang melibatkan publik semestinya dijalankan secara terbuka dan akuntabel, termasuk dalam memberikan informasi kepada media sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial.
Apakah ada hal yang ingin dihindari untuk dijelaskan? Ataukah hanya terjadi miskomunikasi di internal penyelenggara? Pertanyaan tersebut muncul seiring tidak adanya pihak yang bersedia memberikan penjelasan resmi hingga kegiatan berakhir.
Terlepas dari polemik tersebut, acara berlangsung tertib dan mendapat sambutan positif dari para peserta. Namun, sikap panitia yang terkesan menghindari wawancara justru menjadi catatan tersendiri yang berpotensi menimbulkan pertanyaan publik mengenai transparansi penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak penyelenggara maupun kepala sekolah terkait alasan tidak diberikannya penjelasan kepada awak media.

