Setelah Polemik, Humas SMAN 1 Lemahabang Buka Suara: Media Mitra Penting, Tidak Ada Maksud Negatif

0
Caption: Setelah Polemik, Humas SMAN 1 Lemahabang Buka Suara: Media Mitra Penting, Tidak Ada Maksud Negatif

Karawang – Di tengah polemik yang sempat mencuat terkait pertanyaan mengenai tujuan kedatangan media ke lingkungan sekolah, Humas SMAN 1 Lemahabang, Deva, akhirnya memberikan klarifikasi dan menegaskan bahwa tidak pernah ada niat untuk membatasi tugas jurnalistik ataupun memandang negatif kehadiran wartawan.

Pernyataan tersebut muncul setelah sebelumnya beredar sorotan dari sejumlah kalangan pers yang mempertanyakan sikap pihak sekolah terhadap kehadiran media dalam momentum Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB).

Menurut Deva, media justru memiliki peran strategis dalam membantu sekolah menyampaikan informasi kepada masyarakat, khususnya kepada para orang tua calon peserta didik yang membutuhkan penjelasan yang benar dan akurat mengenai proses penerimaan siswa baru.

“Rekan-rekan media juga memiliki peran penting dalam memberikan informasi kepada masyarakat. Terutama saat proses SPMB, karena banyak orang tua yang membutuhkan penjelasan dan informasi yang benar mengenai proses penerimaan murid baru,” ujar Deva, Rabu (17/6/2026).

Ia menjelaskan bahwa setiap pelaksanaan SPMB hampir selalu diwarnai berbagai pertanyaan, pengaduan, hingga keluhan dari masyarakat. Dalam situasi seperti itu, media dinilai menjadi jembatan informasi yang membantu publik memperoleh penjelasan yang utuh sehingga tidak terjadi kesimpangsiuran informasi.

Di sisi lain, Deva mengakui bahwa perbedaan persepsi sering muncul dalam menyikapi suatu persoalan. Karena itu, komunikasi yang terbuka antara sekolah, masyarakat, dan media menjadi hal yang sangat penting.

“Kadang-kadang ada persepsi yang berbeda di masyarakat. Padahal suatu persoalan perlu dipahami secara menyeluruh agar tidak terjadi kesimpulan yang keliru,” katanya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi jawaban atas berbagai spekulasi yang berkembang di tengah publik terkait hubungan antara pihak sekolah dan insan pers.

Deva menegaskan bahwa selama ini hubungan dengan rekan-rekan media berjalan baik dan profesional. Bahkan, pihak sekolah menganggap wartawan sebagai bagian penting dalam penyebarluasan informasi pendidikan kepada masyarakat.

“Saya tidak memiliki tujuan atau maksud yang negatif kepada rekan-rekan media. Kita sama-sama bekerja sesuai tugas dan fungsi masing-masing,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Lemahabang, Tata Suwanta, S.Pd.I., M.Pd., mengungkapkan bahwa komunikasi dengan media tidak jarang berlangsung di luar jam kerja. Pihak sekolah kerap menerima telepon maupun permintaan konfirmasi hingga malam hari terkait berbagai persoalan yang menjadi perhatian publik.

Meski demikian, hal tersebut tetap dilayani sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada masyarakat.

Pernyataan dari pihak sekolah ini memunculkan perspektif baru di tengah polemik yang sempat berkembang. Jika sebelumnya muncul pertanyaan mengenai sikap sekolah terhadap media, kini pihak SMAN 1 Lemahabang menegaskan bahwa keterbukaan informasi, komunikasi yang sehat, dan kemitraan dengan pers merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang transparan dan akuntabel.

Publik pun kini menunggu apakah klarifikasi tersebut mampu meredam berbagai persepsi yang sempat berkembang atau justru membuka ruang diskusi yang lebih luas mengenai pentingnya hubungan harmonis antara institusi pendidikan dan media sebagai pilar kontrol sosial di tengah masyarakat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini