
KARAWANG – Di saat pasar transportasi online dikuasai platform-platform besar nasional dan internasional, seorang putra daerah Karawang justru memilih mengambil langkah berani. Bukan menjadi pengguna semata, tetapi menjadi pencipta.
Adalah Syuhada Wisastra, A.Md., CHRM, alumni SMKN 2 Karawang (SMEAN) Angkatan 1993, yang menghadirkan GOKAR (Go Karawang), aplikasi transportasi online asli Karawang yang lahir dari semangat kemandirian, kecintaan terhadap daerah, dan keinginan memberdayakan masyarakat lokal.
GOKAR bukan sekedar aplikasi pemesanan kendaraan. Di balik platform digital tersebut tersimpan visi besar untuk membangun ekosistem ekonomi daerah yang melibatkan pengemudi lokal, pelaku UMKM, pelanggan, hingga masyarakat Karawang secara luas.
Melalui kampanye bertajuk “SMEAN Bersatu Dukung GOKAR”, Syuhada mengajak seluruh keluarga besar SMKN 2 Karawang mulai dari siswa, guru, tenaga kependidikan, orang tua murid hingga alumni lintas angkatan untuk menjadi bagian dari gerakan mendukung karya anak daerah.
Berdiri di lingkungan sekolah yang telah melahirkan ribuan generasi, Syuhada mengenakan jaket khas GOKAR dengan penuh kebanggaan. Baginya, SMKN 2 Karawang bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga tempat lahirnya mimpi yang kini diwujudkan untuk kemajuan masyarakat Karawang.
“Saya percaya setiap daerah memiliki potensi luar biasa. Yang dibutuhkan adalah keberanian untuk memulai dan dukungan untuk terus berkembang. GOKAR hadir sebagai bukti bahwa anak daerah juga mampu menciptakan solusi digital yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Syuhada, Kamis (18/6/2026).
Menurutnya, kemajuan sebuah daerah tidak hanya ditentukan oleh masuknya investasi besar atau perusahaan nasional. Dukungan masyarakat terhadap karya dan inovasi lokal juga menjadi kunci penting dalam membangun kemandirian ekonomi.
Ia pun mengajak generasi muda Karawang untuk tidak hanya menjadi penonton di tengah perkembangan teknologi yang begitu pesat.
“Jangan hanya menjadi penonton di daerah sendiri. Jadilah pelaku, jadilah pencipta, dan jadilah bagian dari perubahan,” tegasnya.
Ajakan tersebut tidak hanya ditujukan kepada pelajar, tetapi juga kepada para guru dan tenaga pendidik yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh guru dan jajaran SMKN 2 Karawang. Tanpa pendidikan dan nilai-nilai yang ditanamkan sejak sekolah, mungkin GOKAR tidak akan pernah lahir,” ungkapnya.
Lebih dari sekedar aplikasi transportasi online, GOKAR saat ini telah menghadirkan berbagai layanan seperti antar makanan dan minuman, pengiriman barang, jasa belanja, hingga dukungan pemasaran digital bagi UMKM lokal.
Syuhada menegaskan bahwa setiap transaksi yang dilakukan melalui GOKAR memiliki dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat Karawang.
“Setiap kali masyarakat menggunakan GOKAR, mereka membantu pengemudi lokal mendapatkan penghasilan, membantu UMKM menjual produknya, dan membantu menciptakan lapangan pekerjaan baru di Karawang,” katanya.
Sebagai alumni SMEAN Angkatan 1993, Syuhada juga mengajak seluruh alumni lintas generasi untuk bersatu mendukung karya anak daerah.
Menurutnya, kekuatan ribuan alumni yang tersebar di berbagai profesi dapat menjadi energi besar dalam membangun Karawang yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.
Dengan slogan “Dekat Bersahabat”, GOKAR hadir membawa pesan bahwa teknologi tidak harus selalu datang dari luar daerah. Justru dari Karawang, sebuah inovasi lahir untuk menjawab kebutuhan masyarakatnya sendiri.
Di tengah derasnya arus digitalisasi dan ketatnya persaingan teknologi, kehadiran GOKAR menjadi bukti bahwa putra daerah mampu bersaing, berinovasi, dan menciptakan solusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Karena sesungguhnya, setiap unduhan, setiap perjalanan, dan setiap transaksi melalui GOKAR bukan hanya soal layanan digital, tetapi juga bentuk dukungan nyata terhadap pengemudi lokal, UMKM, serta masa depan ekonomi Karawang yang lebih kuat dan mandiri.

