Karawang – Sebuah pemandangan mengharukan sekaligus membanggakan tersaji di Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (DTA) An-Nur Cengkong, Desa Cengkong, Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang, Jumat siang (19/6/2026). Di tengah keterbatasan akibat padamnya listrik, ratusan santri dan wali santri tetap bertahan mengikuti rangkaian acara Tasyakuran Kelulusan, Kenaikan Kelas, dan Penyambutan Tahun Baru Hijriyah 1448 H dengan penuh semangat.
Alih-alih menjadi kendala, padamnya listrik justru menjadi bukti bahwa semangat belajar dan kecintaan terhadap pendidikan Islam tidak dapat dipadamkan oleh keadaan apa pun.
Acara yang berlangsung sejak pukul 13.00 WIB hingga menjelang Ashar tersebut menjadi salah satu pergelaran paling meriah dan berkesan sepanjang sejarah DTA An-Nur. Tangis haru, senyum kebahagiaan, dan tepuk tangan kebanggaan silih berganti mewarnai setiap rangkaian kegiatan.
Kegiatan diawali dengan penampilan hadroh santri Pondok Pesantren Gema Insan Cendekia Karawang di bawah bimbingan Ustadz Dasim. Lantunan shalawat yang menggema menciptakan suasana religius yang menyentuh hati para tamu yang hadir.
Selanjutnya, para santri DTA An-Nur yang dibimbing oleh Ibu Indri Puspita Sari dan Ibu Mutiyati menunjukkan kemampuan terbaik mereka melalui berbagai penampilan edukatif dan religius. Mulai dari pembacaan surat-surat pendek Al-Qur’an, pembacaan Kitab Safinah, tilawah Surat An-Naba, percakapan Bahasa Arab, paduan suara, hingga pertunjukan seni budaya Islami yang memukau.
Namun, sorotan utama acara tertuju pada penampilan Tari Cindai dan Tari Saman yang dibawakan para santri dengan penuh percaya diri. Penampilan yang energik, kompak, dan memukau tersebut sukses membuat para wali santri serta tamu undangan berdecak kagum.

Banyak yang tidak menyangka bahwa para santri DTA mampu menampilkan pertunjukan sekelas itu. Di balik penampilan yang memikat tersebut tersimpan kerja keras, kedisiplinan, dan semangat latihan yang panjang. Bimbingan dari Haura Kanza dan tim turut menjadi faktor penting dalam mengasah bakat dan kreativitas para santri hingga tampil begitu mempesona di atas panggung.
Suasana semakin emosional ketika prosesi kenaikan kelas santri kelas 1 hingga kelas 3 dilaksanakan. Kebanggaan terpancar dari wajah para orang tua yang menyaksikan putra-putri mereka menerima penghargaan atas prestasi dan kesungguhan belajar.
Puncak haru terjadi saat prosesi kelulusan santri kelas 4 DTA digelar. Beberapa wali santri tampak tak kuasa menahan air mata ketika menyaksikan anak-anak mereka menyelesaikan pendidikan diniyah yang telah ditempuh selama bertahun-tahun.
“Tahun 2026 ini benar-benar berbeda. Kami merasa seperti menyaksikan sejarah baru di DTA An-Nur. Ada Tari Saman, Tari Cindai, penampilan Bahasa Arab, hadroh, dan banyak kreasi lainnya yang membuat kami bangga. Semoga kegiatan seperti ini terus dilestarikan dan setiap tahun semakin meriah,” ujar salah seorang wali santri.

Kepala DTA An-Nur dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, keberhasilan acara merupakan hasil sinergi dewan guru, pengurus, wali santri, serta masyarakat yang memiliki kepedulian besar terhadap kemajuan pendidikan Islam.
Lebih dari sekedar perayaan kelulusan dan kenaikan kelas, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai keislaman, memperkuat akhlak mulia, serta menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap ilmu agama dan budaya Islami.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Dasim, M.Pd. Doa dipanjatkan agar seluruh santri DTA An-Nur tumbuh menjadi generasi Qurani yang cerdas, berakhlakul karimah, dan mampu memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.
Di tengah berbagai tantangan zaman, DTA An-Nur Cengkong membuktikan bahwa pendidikan Islam tidak hanya melahirkan generasi yang memahami agama, tetapi juga generasi yang kreatif, berbakat, percaya diri, dan siap menjadi kebanggaan umat di masa depan.


