
KARAWANG – Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, mengungkapkan bahwa insiden penyerangan yang terjadi di wilayah Kopel dan Pancawati diduga bukan merupakan tawuran antar kelompok sebagaimana ramai diperbincangkan di masyarakat. Berdasarkan informasi awal yang diterimanya, peristiwa tersebut lebih mengarah pada aksi penyerangan yang dipicu persoalan pribadi atau dendam.
Aep menjelaskan, kronologi sementara menyebutkan sejumlah orang dari wilayah Kopel mendatangi Pancawati. Dalam rombongan tersebut, salah seorang pelaku diduga membawa senjata tajam. Namun, dalam insiden itu pelaku justru mengalami luka pada bagian tangannya. Meski demikian, seluruh rangkaian peristiwa masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.
“Kalau saya melihat, ini bukan tawuran besar. Sepertinya ada persoalan atau dendam sehingga terjadi penyerangan. Tapi semuanya masih dalam proses pendalaman oleh kepolisian,” ujar Aep, Kamis (23/7/2026).
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Pemerintah Kabupaten Karawang bersama Polres Karawang dan Kodim 0604/Karawang langsung memperkuat langkah antisipasi agar konflik serupa tidak kembali terulang. Upaya yang dilakukan di antaranya patroli gabungan serta peningkatan koordinasi hingga tingkat kecamatan, desa, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa.
Aep menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban di Kabupaten Karawang tetap aman dan kondusif.
Terkait dugaan keterlibatan pelajar, Bupati mengaku telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengingat kewenangan pengelolaan SMA dan SMK berada di tingkat provinsi. Sementara untuk jenjang SD dan SMP yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Karawang, pembinaan dan pengawasan terus diperkuat.
Menurutnya, berbagai langkah pencegahan yang selama ini dilakukan mulai menunjukkan hasil. Ia menilai intensitas aksi kekerasan yang melibatkan pelajar di Karawang cenderung menurun berkat kolaborasi pemerintah daerah, aparat keamanan, sekolah, serta masyarakat.
Meski demikian, Aep mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru menyimpulkan motif di balik insiden tersebut sebelum penyelidikan kepolisian selesai. Ia meminta seluruh pihak menghormati proses hukum dan menyerahkan pengungkapan fakta kepada aparat penegak hukum yang saat ini masih mendalami kasus tersebut.
Penulis: Alim

