Ribuan Siswa, Nol Dapur MBG? Kades Karyamakmur Curhat Tak Tahu Makanan Bergizi Datang dari Mana

0
Caption: Misteri Dapur MBG di Karyamakmur: Ribuan Siswa Ada, Gedungnya Tak Terlihat, Kades Mengaku Tak Tahu

Karawang – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas Presiden RI kembali menjadi sorotan di Kabupaten Karawang. Kali ini, perhatian datang dari Desa Karyamakmur, Kecamatan Batujaya.

Kepala Desa Karyamakmur, Hartasim yang akrab disapa Ipung, mengaku prihatin karena hingga kini tidak ada satu pun dapur MBG yang berdiri di wilayah desanya. Padahal, menurutnya, Desa Karyamakmur merupakan salah satu desa dengan jumlah lembaga pendidikan dan peserta didik terbanyak di Kecamatan Batujaya.

“Kalau boleh curhat, sampai hari ini tidak ada satu pun dapur MBG di Desa Karyamakmur,” ujar Ipung, Kamis (30/7/2026).

Ia juga mengaku masyarakat di desanya tidak mengenal keberadaan bangunan MBG maupun Koperasi Desa (Kopdes) yang berkaitan dengan program tersebut. Bahkan, menurutnya, layanan Posyandu di Desa Karyamakmur juga belum merasakan manfaat Program Makan Bergizi Gratis, meski beredar informasi bahwa MBG telah menyasar Posyandu di sejumlah daerah.

Yang lebih mengherankan, kata Ipung, banyak sekolah di wilayahnya diduga telah menerima manfaat MBG, namun pemerintah desa tidak mengetahui dari dapur mana makanan bergizi tersebut didistribusikan.

“Di desa kami banyak sekolah, tetapi saya sebagai kepala desa tidak tahu sekolah-sekolah itu mendapatkan MBG dari dapur mana,” ungkapnya.

Desa Karyamakmur sendiri memiliki sedikitnya 11 lembaga pendidikan, di antaranya SMKN Batujaya, SMK Islam Minhajul Falah, SMP Pelita Nusantara, SMP Islam Minhajul Falah, SMP Islam Darul Hufadz, SMA Pelita Nusantara, SDN Karyamakmur 1, SDN Karyamakmur 2, SDN Karyamakmur 3, SD Islam Darul Hufadz, serta Madrasah Ibtidaiyah Minhajul Falah. Ribuan siswa setiap hari menempuh pendidikan di desa tersebut.

Menurut Ipung, dengan jumlah peserta didik yang begitu besar, keberadaan dapur MBG di Desa Karyamakmur seharusnya menjadi perhatian agar distribusi makanan bergizi lebih efektif dan efisien.

Ia menegaskan bahwa dirinya mendukung penuh Program Makan Bergizi Gratis sebagai program unggulan Presiden. Namun, ia berharap pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) maupun instansi terkait dapat membangun dapur MBG di Desa Karyamakmur.

“Harapan saya sebagai Kepala Desa Karyamakmur, semoga pihak BGN maupun pemerintah dapat membangun gedung MBG di wilayah Desa Karyamakmur. Program Bapak Presiden harus kita dukung. Kalau ada dapur MBG di desa kami, distribusi ke sekolah-sekolah akan lebih dekat, lebih efektif, dan masyarakat juga bisa mengetahui secara langsung bahwa inilah salah satu program unggulan Presiden Republik Indonesia,” tuturnya.

Pernyataan Kepala Desa Karyamakmur tersebut menjadi perhatian karena menyangkut pemerataan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di daerah yang memiliki ribuan peserta didik. Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak Badan Gizi Nasional maupun instansi terkait mengenai alasan belum adanya dapur MBG di Desa Karyamakmur serta mekanisme distribusi MBG ke sekolah-sekolah di wilayah tersebut.

Penulis: Alim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini