Bukan Sekedar Juara, Kharisma M. Suhana Buktikan Generasi Muda Karawang Masih Cinta Wayang Golek

0
Caption: Bukan Sekedar Juara, Kharisma M. Suhana Buktikan Generasi Muda Karawang Masih Cinta Wayang Golek

KARAWANG – Di tengah derasnya perkembangan zaman dan budaya populer yang semakin dekat dengan kehidupan anak-anak, sosok Kharisma M. Suhana, siswa kelas VI SDIT Lampu Iman Adiarsa Barat, Kecamatan Karawang Barat, justru tampil membawa seni tradisi Sunda ke atas panggung prestasi.

Kharisma berhasil meraih Juara 1 Pentas Winojakrama kategori Dalang Cilik tingkat Kabupaten Karawang yang digelar pada Rabu, 5 Agustus 2026, di Bale Asri Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karawang.

Prestasi tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga dan sekolah, tetapi juga menjadi perhatian karena menunjukkan bahwa Wayang Golek masih mampu memikat generasi muda.

Di balik keberhasilan tersebut, ada harapan besar agar lahir semakin banyak generasi penerus yang tidak hanya mengenal budaya Sunda, tetapi juga berani tampil, belajar dan ikut menjaga keberlangsungannya.

Orang tua Kharisma, Ujang Suhana, S.H., mengaku bersyukur atas prestasi yang diraih putranya. Ia berharap kemampuan Kharisma dalam memainkan seni Wayang Golek dapat terus dikembangkan dan menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya Sunda.

“Alhamdulillah, Kharisma mendapat Juara 1 dalam Pentas Winojakrama Wayang Golek kategori Dalang Cilik tingkat Kabupaten Karawang,” ujar Ujang Suhana.

Menurutnya, keberadaan dalang-dalang cilik merupakan sebuah harapan bagi masa depan kesenian tradisional. Sebab, tanpa adanya regenerasi, berbagai kesenian daerah berpotensi semakin jauh dari generasi muda.

“Sebagai generasi penerus, mudah-mudahan Kharisma dapat dan bisa memelihara serta melestarikan budaya Sunda, khususnya seni Wayang Golek,” ungkapnya.

Piala Boleh Berakhir, Kecintaan pada Budaya Jangan

Bagi Kharisma, piala Juara 1 mungkin menjadi pencapaian yang membanggakan. Namun, lebih dari itu, prestasi tersebut diharapkan menjadi awal perjalanan panjang untuk mengenal dan mencintai seni budaya daerah.

Keberhasilan seorang pelajar menjadi dalang cilik juga memberikan pesan bahwa pelestarian budaya tidak harus menunggu dewasa. Anak-anak pun dapat mengambil peran dengan mempelajari kesenian tradisional sejak dini.

Wayang Golek bukan sekedar pertunjukan. Di dalamnya terdapat cerita, nilai kehidupan, bahasa Sunda, musik tradisional, hingga filosofi yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Karena itu, munculnya Kharisma sebagai dalang cilik berprestasi menjadi kabar yang patut diapresiasi. Ketika anak muda mau memegang wayang, belajar mendalang dan tampil di panggung budaya, di situlah harapan pelestarian tradisi kembali menyala.

Ujang Suhana pun menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dan doa untuk Kharisma.

“Hatur nuhun kana doa ti sadayana. Semoga semuanya sehat, aamiin.”

Prestasi Kharisma diharapkan menjadi inspirasi bagi pelajar lainnya di Kabupaten Karawang untuk berani mengembangkan bakat sekaligus mencintai budaya daerah.

Sebab, menjaga Wayang Golek bukan hanya menjaga sebuah kesenian, tetapi juga menjaga identitas dan warisan budaya Sunda agar tetap hidup di tangan generasi penerus.

Penulis: Alim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini