IWOI Karawang Apresiasi Dandim Rangkul Pers: Jangan Berhenti di Coffee Morning, Keterbukaan Informasi Harus Berlanjut!

0
Caption: IWOI Karawang Apresiasi Dandim Rangkul Pers: Jangan Berhenti di Coffee Morning, Keterbukaan Informasi Harus Berlanjut!

KARAWANG — Langkah Komandan Kodim (Dandim) 0604/Karawang, Letkol Inf. Nanda Siswanto, S.Sos., mengundang puluhan insan pers dalam kegiatan Coffee Morning dan silaturahmi di Aula Pangkal Perjuangan Makodim 0604/Karawang, Selasa (11/8/2026), mendapat apresiasi dari Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) DPD Karawang.

Bagi IWOI Karawang, pertemuan tersebut bukan sekedar agenda silaturahmi antara TNI dan wartawan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut dinilai dapat menjadi pintu masuk untuk membangun komunikasi terbuka, kolaborasi, serta memperkuat akses informasi publik mengenai berbagai kegiatan TNI di tengah masyarakat.

Ketua IWOI DPD Karawang, Syuhada Wisastra, mengatakan komunikasi langsung antara jajaran TNI dan insan pers merupakan langkah positif untuk memperkuat sinergitas sekaligus memudahkan masyarakat memperoleh informasi mengenai program dan kegiatan Kodim.

“Kami dari IWOI DPD Karawang mengapresiasi undangan silaturahmi dari Dandim 0604/Karawang. Ini menjadi momentum yang sangat baik untuk memperkuat sinergitas antara TNI dengan insan pers di Kabupaten Karawang,” kata Syuhada.

Namun, Syuhada berharap momentum tersebut tidak berhenti pada Coffee Morning, foto bersama, dan agenda seremonial.

Ia mendorong agar komunikasi antara Kodim dan media terus dibangun secara konsisten dan berkelanjutan.

“Semoga sinergitas ini bisa terus berlanjut. Kami juga berharap Kodim dapat terus mengirimkan informasi setiap kegiatan yang dilaksanakan. Kami siap membantu pemberitaan dan menyampaikan informasi positif tersebut kepada masyarakat melalui media-media anggota IWOI,” ujarnya.

Program TNI Jangan Hanya Ramai di Lapangan

Syuhada menilai berbagai program Kodim 0604/Karawang yang bersentuhan langsung dengan masyarakat memiliki nilai penting untuk diketahui publik.

Mulai dari patroli keamanan malam hari, pencegahan begal dan tawuran, penertiban gangguan ketertiban, pembangunan sumur bor, pembangunan jembatan, hingga kegiatan sosial dan teritorial lainnya.

Menurutnya, berbagai program tersebut tidak cukup hanya dilaksanakan di lapangan. Informasi mengenai kegiatan itu juga perlu disampaikan secara terbuka kepada masyarakat melalui media.

“Ketika ada program positif yang dilakukan TNI untuk masyarakat, tentu menjadi tugas media untuk ikut menyampaikan informasi tersebut secara faktual dan berimbang. Media bisa menjadi jembatan komunikasi antara institusi dengan masyarakat,” tuturnya.

Karena itu, Syuhada menilai hubungan TNI dan media idealnya tidak dibangun hanya berdasarkan kebutuhan publikasi.

Media bukan sekedar corong kegiatan, sementara institusi bukan sekedar sumber berita.

Keduanya harus tetap berada dalam hubungan yang sehat, terbuka dan profesional dengan tetap menghormati fungsi masing-masing.

Bukan Sekedar Publikasi, Tapi Komunikasi Dua Arah

Pertemuan antara Kodim 0604/Karawang dan insan pers diharapkan menjadi awal terbentuknya pola komunikasi yang lebih intensif.

Sebab, persoalan masyarakat Karawang tidak hanya menyangkut keamanan. Ada pula persoalan pembangunan, sosial, infrastruktur, ketertiban lingkungan hingga berbagai kebutuhan warga di sejumlah wilayah.

Karena itu, sinergitas TNI dan media akan jauh lebih bermakna apabila tidak berhenti pada penyampaian rilis kegiatan.

Media membutuhkan akses informasi yang terbuka, sementara masyarakat membutuhkan informasi yang jelas mengenai apa yang dilakukan institusi negara di lapangan.

Di sisi lain, komunikasi yang intensif juga dapat menjadi ruang bagi media untuk menyampaikan aspirasi, keresahan maupun persoalan yang ditemukan di tengah masyarakat kepada institusi terkait.

IWOI: Sinergitas Harus Dibuktikan dengan Keterbukaan

Syuhada berharap komunikasi yang telah dibangun Dandim 0604/Karawang dengan insan pers dapat terus dijaga dan ditingkatkan.

Menurutnya, semakin terbuka komunikasi antara institusi dan media, semakin besar pula peluang masyarakat memperoleh informasi yang cepat, faktual dan berimbang.

Pada akhirnya, sinergitas TNI dan pers bukan hanya soal seberapa banyak kegiatan yang diberitakan, tetapi juga seberapa besar komunikasi tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Coffee Morning boleh menjadi awal. Tetapi publik tentu akan menunggu: apakah setelah secangkir kopi dan silaturahmi, komunikasi TNI dengan pers benar-benar semakin terbuka?

Sebab, sinergitas yang sesungguhnya tidak cukup hanya terlihat dalam satu meja pertemuan.

Ia harus terasa dalam keterbukaan informasi, komunikasi dua arah, dan manfaat nyata yang kembali kepada masyarakat Karawang.

Penulis: Alim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini