Irigasi Dipenuhi Sampah dan Eceng Gondok, Warga dan PJT II Turun Tangan Bersihkan Aliran Air

0
Caption: Irigasi Dipenuhi Sampah dan Eceng Gondok, Warga dan PJT II Turun Tangan Bersihkan Aliran Air

KARAWANG — Tumpukan sampah dan eceng gondok yang memenuhi aliran irigasi di sekitar Jembatan Pondok Pesantren Man Ba’ul Ulum, Dusun Warudoyong Selatan, Desa Rengasdengklok Selatan, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, akhirnya mendapat penanganan.

Pada Sabtu (22/8/2026) siang, sejumlah pihak turun langsung melakukan pembersihan secara gotong royong. Kegiatan tersebut melibatkan PJT II Seksi Rengasdengklok, Petugas Pengairan, Pemerintah Desa Rengasdengklok Selatan, RT, Kepala Dusun, pihak Pondok Pesantren Man Ba’ul Ulum, warga, serta unsur terkait lainnya.

Persoalan ini bukan sekedar menyangkut kebersihan lingkungan. Tumpukan sampah dan eceng gondok yang terus menumpuk berpotensi menghambat kelancaran aliran air irigasi. Jika dibiarkan, kondisi tersebut dapat mempersempit jalur air, memicu genangan hingga luapan, bahkan berpotensi memberikan tekanan terhadap konstruksi jembatan.

Mantri PJT II Seksi Rengasdengklok, Ari Hidayat, mengatakan kondisi di lapangan memang sudah membutuhkan penanganan.

“Memang ada sampah dan eceng gondok yang harus dibersihkan karena bisa menghambat aliran air irigasi. Kondisi jembatan juga sebelumnya terlihat sedikit retak dan terdorong oleh tumpukan sampah dan eceng gondok. Karena itu, sampah dan eceng gondok harus segera dibersihkan,” ujar Ari.

Menurutnya, persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan hanya oleh satu pihak. Dibutuhkan sinergi antara pengelola irigasi, pemerintah, pihak pesantren, serta masyarakat untuk menjaga fungsi saluran air.

“Ini kita bersinergi bersama Pemerintah Desa Rengasdengklok Selatan, pihak Man Ba’ul Ulum, RT, kepala dusun, warga, dan unsur lainnya. Intinya bersama-sama menjaga aliran air agar tetap lancar,” katanya.

Pembersihan Terkendala Ketinggian Air

Meski dilakukan secara gotong royong, proses pembersihan tidak berjalan tanpa kendala. Salah satu hambatan yang dihadapi petugas adalah kondisi ketinggian air irigasi.

Penurunan debit atau ketinggian air menjadi salah satu langkah yang diperlukan agar proses pembersihan sampah dan eceng gondok dapat dilakukan secara maksimal.

Ari menyebut upaya penurunan ketinggian air sebelumnya telah dilakukan. Namun, kondisi di lapangan tetap menjadi tantangan tersendiri bagi petugas.

“Insya allah secepatnya diselesaikan. Kalau kondisi air irigasi tidak terlalu tinggi, pekerjaan bisa dilanjutkan. Kalau belum selesai hari ini, tentu akan dilanjutkan kembali. Yang penting harus dikerjakan sampai tuntas,” ujarnya.

Jangan Hanya Dibersihkan, Kemudian Dikotori Lagi

Di balik kegiatan pembersihan tersebut, muncul persoalan yang jauh lebih mendasar, yakni kebiasaan sebagian masyarakat membuang sampah ke aliran air.

Ari mengingatkan agar saluran irigasi tidak dijadikan tempat pembuangan sampah.

“Pesannya sederhana, jangan membuang sampah ke aliran air. Kalau sampah terus dibuang, aliran air irigasi bisa tersumbat dan akhirnya dampaknya kembali kepada masyarakat sendiri. Mari sama-sama dijaga,” tegasnya.

Pembersihan di sekitar Jembatan Pondok Pesantren Man Ba’ul Ulum diharapkan tidak berhenti sebagai solusi sesaat ketika sampah sudah menggunung. Pengawasan dan pemeliharaan rutin tetap diperlukan agar persoalan serupa tidak terus berulang.

Sebab, menjaga irigasi bukan hanya tanggung jawab PJT II maupun pemerintah desa. Masyarakat juga memiliki peran penting dalam memastikan saluran air tetap bersih dan berfungsi.

Jika sampah kembali dibuang ke saluran, dampaknya pada akhirnya dapat dirasakan masyarakat sendiri, mulai dari aliran air tersumbat, genangan, luapan, hingga potensi gangguan terhadap infrastruktur.

Kini, pekerjaan rumahnya bukan lagi sekedar membersihkan sampah yang sudah menumpuk. Tantangan berikutnya adalah memastikan sampah tersebut tidak kembali memenuhi aliran irigasi.

Gotong royong pada Sabtu siang itu jangan sampai hanya menjadi solusi sementara. Sebab, tanpa perubahan perilaku dan kepedulian bersama, saluran yang hari ini dibersihkan bisa kembali dipenuhi sampah pada hari-hari berikutnya.

Penulis: Alim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini