
KARAWANG — Respons cepat jajaran Polsek Rengasdengklok dalam menindaklanjuti laporan dugaan pengeroyokan terhadap jurnalis mendapat apresiasi dari korban. Tak butuh waktu lama setelah laporan dibuat, polisi bergerak melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan satu orang yang disebut sebagai terduga pelaku berinisial SL alias IP.
Langkah tersebut menjadi sinyal bahwa laporan dugaan kekerasan terhadap masyarakat, termasuk pekerja media, tidak boleh dipandang sebelah mata.
Bagi korban, kecepatan aparat dalam merespons laporan menjadi bagian penting dalam memastikan proses hukum berjalan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Korban, Wawan Santoso, menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polsek Rengasdengklok yang menurutnya telah bergerak cepat menindaklanjuti laporan yang dibuatnya.
“Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih kepada Polsek Rengasdengklok yang sudah sigap dan cepat menangkap salah satu terduga pelaku pengeroyokan terhadap saya,” ujar Wawan, Selasa (8/9/2026).
Wawan juga secara khusus menyampaikan apresiasi kepada personel yang disebutnya menangani perkara tersebut, yakni Bang Hendra dan Bapak Haji Sarif, serta seluruh jajaran Polsek Rengasdengklok.
Menurutnya, langkah cepat tersebut menunjukkan adanya keseriusan aparat dalam merespons laporan dan memberikan kepastian hukum.
Satu Orang Diamankan, Korban Minta Pengusutan Tak Berhenti
Meski satu orang telah diamankan, Wawan menegaskan bahwa pekerjaan polisi belum selesai.
Ia berharap penyidik terus mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap pihak-pihak lain yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.
“Saya berharap Polsek Rengasdengklok terus bergerak dan para pelaku lainnya segera tertangkap. Baru satu orang yang diamankan, saya berharap semuanya bisa diproses sesuai hukum,” tegasnya.
Sebelumnya, Wawan mengaku menjadi korban dugaan pengeroyokan di sebuah tempat biliar di wilayah Rengasdengklok, Kabupaten Karawang.
Ia mengklaim diserang sejumlah orang hingga mengalami luka serius di bagian kepala yang membuatnya harus mendapatkan sekitar 30 jahitan. Ia juga mengaku mengalami cedera pada tangan kanan dan bagian dada.
Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada kepolisian. Wawan juga mengaku telah menjalani pemeriksaan medis dan visum.
“Ini Harga Diri Saya sebagai Jurnalis”
Bagi Wawan, perkara tersebut tidak semata-mata menyangkut persoalan pribadi.
Ia menilai dugaan kekerasan yang dialaminya juga berkaitan dengan rasa aman seorang jurnalis dalam menjalankan aktivitasnya.
“Saya sebagai jurnalis, sebagai wartawan, merasa ini adalah harga diri saya. Saya dipukul dan dikeroyok oleh banyak orang. Karena itu saya berharap perkara ini benar-benar dikawal dan dituntaskan,” ungkapnya.
Wawan pun mengajak rekan-rekan media untuk mengawal proses hukum secara profesional.
Menurutnya, dukungan insan pers bukan berarti menghakimi pihak tertentu, melainkan memastikan proses penegakan hukum berjalan transparan, objektif, dan tidak berhenti hanya karena satu orang telah diamankan.
Polsek Rengasdengklok Dapat Apresiasi
Kesigapan jajaran Polsek Rengasdengklok dalam mengamankan satu orang yang disebut sebagai terduga pelaku mendapat apresiasi dari korban.
Wawan menilai langkah tersebut patut diapresiasi karena menunjukkan respons aparat terhadap laporan dugaan tindak kekerasan.
“Polsek Rengasdengklok luar biasa dan sigap. Saya berterima kasih kepada Bang Hendra, Bapak Haji Sarif dan jajaran Polsek Rengasdengklok yang sudah menindaklanjuti laporan saya,” katanya.
Namun, apresiasi tersebut sekaligus disertai harapan agar penyidik terus bekerja hingga seluruh rangkaian perkara menjadi terang.
Satu orang telah diamankan. Kini pertanyaan publik mengarah pada langkah berikutnya: siapa saja pihak lain yang diduga terlibat dan sejauh mana polisi akan mengembangkan penyidikan?
Cepat Menangkap, Tuntas Mengungkap
Respons cepat polisi menjadi catatan positif bagi penegakan hukum di wilayah Rengasdengklok. Namun, bagi korban, satu penangkapan bukanlah garis akhir.
Wawan berharap polisi terus bekerja berdasarkan alat bukti dan hasil penyidikan untuk mengungkap seluruh pihak yang memang terbukti memiliki keterlibatan dalam perkara tersebut.
“Terima kasih kepada Polsek Rengasdengklok yang sudah sigap. Saya mohon para pelaku lainnya juga segera diungkap dan ditangkap apabila berdasarkan hasil penyidikan terbukti terlibat,” pungkasnya.
Kini, publik menunggu konsistensi langkah aparat: cepat merespons, profesional menyelidiki, dan tuntas mengungkap fakta.
Sebab, penegakan hukum tidak hanya diukur dari seberapa cepat seseorang diamankan, tetapi juga dari seberapa terang sebuah perkara dapat diungkap berdasarkan bukti dan proses hukum yang berlaku.
Catatan: Pemberitaan ini menggunakan keterangan korban sebagai sumber utama. Pihak yang diamankan maupun pihak lain yang disebut dalam perkara ini belum dapat dinyatakan bersalah sebelum adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Redaksi tetap membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi pihak-pihak terkait.

