
KARAWANG — Upaya memperkuat pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Karawang terus didorong melalui kolaborasi antara pendamping Mentorship 360 dan PT GOKAR Digital Inovasi Nusantara.
Langkah tersebut diwujudkan melalui rapat koordinasi pemutakhiran database UMKM dampingan Mentorship tahun 2025 dan 2026 yang digelar di Dekranasda Karawang, Senin (21/9/2026).
Kegiatan dihadiri KORDA Mentorship 360 Yaya Mulya Sasmita, S.T., CDC., CDP., CI., bersama puluhan pendamping Mentorship 360. Dari PT GOKAR Digital Inovasi Nusantara hadir Founder GOKAR Syuhada Wisastra, Direktur GOKAR Muhammad Aldy Fadhilah, serta Manager Operasional GOKAR Erlangga.
Rapat tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Kepala Dinas terkait penataan dan pemutakhiran database pelaku usaha yang telah memperoleh pendampingan sepanjang 2025 dan 2026.
Selain membahas pendataan, pertemuan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkenalkan sejumlah program GOKAR yang berpotensi dikolaborasikan dengan para pendamping Mentorship 360.
Database Akurat Jadi Fondasi Program UMKM
KORDA Mentorship 360 Yaya Mulya Sasmita menegaskan pentingnya koordinasi dan kesamaan data dalam menjaga keberlanjutan program pendampingan UMKM.
“Pertemuan ini menjadi bagian penting untuk menyatukan data pendampingan tahun 2025 dan 2026. Kami berharap para pendamping dapat memberikan data yang akurat dan terkini, sehingga ke depan program yang diberikan kepada UMKM benar-benar sesuai dengan kebutuhan mereka,” ujar Yaya.
Menurutnya, pendampingan UMKM tidak cukup hanya dilakukan melalui pembinaan. Data yang valid diperlukan agar arah program dapat disusun berdasarkan kondisi nyata pelaku usaha di lapangan.
“Kami menyambut baik adanya kolaborasi dengan GOKAR. Mudah-mudahan sinergi ini dapat memberikan manfaat nyata bagi para pelaku UMKM, terutama dalam menghadapi perkembangan dunia usaha yang semakin mengarah ke digital,” katanya.
Dalam rapat tersebut, para pendamping melakukan pengumpulan sekaligus pemutakhiran data pelaku usaha yang menjadi dampingan. Data mencakup UMKM yang mendapatkan pendampingan pada periode 2025 dan 2026.
Pemutakhiran dilakukan untuk memperoleh gambaran lebih aktual mengenai kondisi dan perkembangan usaha para pelaku UMKM.
Database yang lebih tertata diharapkan dapat menjadi salah satu dasar dalam menyusun program pemberdayaan, pendampingan maupun membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak.
GOKAR Kenalkan Digitalisasi Melalui GOKAR Kasir
Dalam kesempatan yang sama, Tim GOKAR memaparkan sejumlah program digitalisasi yang dapat dimanfaatkan pelaku UMKM, salah satunya melalui layanan GOKAR Kasir.
Founder GOKAR Syuhada Wisastra mengatakan, kehadiran GOKAR di tengah pelaku UMKM Karawang merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memberikan manfaat bagi daerah tempat perusahaan tersebut tumbuh.
“GOKAR lahir dari Karawang. Karena itu, kami ingin pertumbuhan GOKAR juga memberikan dampak bagi Karawang. Kami ingin UMKM lokal semakin maju, semakin dikenal dan semakin siap masuk ke ekosistem digital,” jelas Syuhada.
Ia menjelaskan, digitalisasi UMKM bukan sekedar penggunaan teknologi, tetapi bagaimana teknologi dapat membantu pelaku usaha mengelola bisnis secara lebih mudah dan terukur.
Melalui GOKAR Kasir, pelaku usaha dapat melakukan pencatatan transaksi, memantau laporan penjualan dan keuangan, hingga mengelola stok.
Sistem tersebut juga mendukung sejumlah metode pembayaran, termasuk transaksi tunai, QRIS, dan saldo GOKAR.
Selain fasilitas kasir digital, merchant yang bergabung dalam ekosistem GOKAR juga memiliki peluang memperoleh pesanan melalui layanan GOKAR Food serta dukungan promosi melalui sejumlah media online.
GOKAR Kasir Disebut Gratis Tanpa Biaya Bulanan
GOKAR menyebut layanan GOKAR Kasir diberikan secara gratis tanpa biaya bulanan bagi tenant atau merchant yang bergabung dalam ekosistem GOKAR.
Program tersebut menyasar pelaku UMKM yang selama ini masih melakukan pencatatan usaha secara manual, sehingga memiliki alternatif untuk mulai mengelola aktivitas bisnis menggunakan sistem digital.
Dengan pencatatan yang lebih tertata, pelaku usaha diharapkan dapat memantau perkembangan transaksi sekaligus kondisi usahanya dengan lebih mudah.
Syuhada menegaskan, GOKAR tidak ingin berhenti pada penyediaan aplikasi.
“Kami ingin hadir bukan hanya membawa aplikasi, tetapi juga membantu pelaku UMKM memahami dan memanfaatkan teknologi tersebut. Karena itu, tim kami akan terus turun ke lapangan untuk melakukan sosialisasi dan membantu merchant yang ingin bergabung,” ujarnya.
Tim Marketing GOKAR Turun Langsung ke UMKM
Program GOKAR Kasir sebelumnya diperkenalkan dalam kegiatan Bazar Motekar Preneur 2026 di Karangpawitan.
Pasca kegiatan tersebut, tim marketing GOKAR dijadwalkan terus melakukan sosialisasi secara langsung kepada pelaku UMKM di berbagai wilayah Karawang.
Pendekatan langsung dilakukan untuk memberikan pemahaman mengenai mekanisme pendaftaran merchant sekaligus mengenalkan berbagai fasilitas yang tersedia dalam ekosistem GOKAR.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pemanfaatan teknologi di kalangan pelaku usaha lokal.
Pendamping Dorong UMKM Beradaptasi dengan Teknologi
Salah seorang pendamping Mentorship 360 menilai pemanfaatan teknologi semakin penting bagi pelaku UMKM, terutama dalam pengelolaan transaksi dan pencatatan usaha.
“Banyak pelaku UMKM yang produknya bagus, tetapi pencatatan usahanya masih sederhana. Dengan adanya fasilitas seperti GOKAR Kasir, mereka memiliki pilihan untuk mulai menata transaksi dan laporan usaha secara digital,” ujarnya.
Pendamping lainnya menilai kolaborasi Mentorship 360 dan GOKAR dapat membuka akses lebih luas bagi UMKM terhadap teknologi.
“Kami melihat ini sebagai peluang untuk membantu UMKM tidak hanya dari sisi pendampingan, tetapi juga dari sisi pemanfaatan teknologi. Tentunya kami akan mendorong para pelaku usaha dampingan untuk memahami fasilitas yang tersedia dan menyesuaikannya dengan kebutuhan masing-masing,” katanya.
Dari Pemutakhiran Data Menuju Ekosistem UMKM
Kolaborasi antara Mentorship 360 dan GOKAR diharapkan tidak berhenti pada pengumpulan dan pemutakhiran database.
Data yang diperbarui dapat menjadi dasar untuk memetakan kondisi pelaku usaha, sementara pemanfaatan teknologi diharapkan membantu UMKM memperbaiki tata kelola bisnis sekaligus memperluas akses pasar.
Bagi GOKAR, digitalisasi UMKM bukan sekedar penggunaan aplikasi, melainkan bagaimana teknologi dapat memberikan manfaat dalam aktivitas bisnis sehari-hari.
Dengan dukungan pendampingan, teknologi kasir, layanan GOKAR Food, serta promosi melalui media online, kolaborasi tersebut diharapkan dapat membuka semakin banyak ruang bagi UMKM Karawang untuk mengembangkan usaha dan beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen.
GOKAR — Transportasi dan Kuliner Asli Karawang.
Bersama GOKAR, UMKM Karawang Naik Level.

