CIANJUR – Suasana di tanjakan Kampung Cibuluh RT 01/RW 04, Desa Waringinsari, Kecamatan Takokak, Kabupaten Cianjur, mendadak berubah menjadi kepanikan. Sebuah minibus Suzuki Carry yang membawa delapan orang terperosok ke dalam jurang, Senin (5/10/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.
Kecelakaan tersebut mengakibatkan seluruh penumpang menjadi korban. Dua orang dilaporkan mengalami luka berat, sementara enam lainnya mengalami luka ringan. Salah satu korban bahkan dilaporkan mengalami dugaan patah tulang.
Korban luka berat diketahui bernama Lupitasari (35) yang mengalami dugaan patah tulang, serta Roni (38) yang merupakan pengemudi kendaraan.
Sementara enam korban lainnya yakni Tatang (64), Komar (62), Qila (5), Nani (56), Dedi Mulyadi (58), dan Dede (50). Nani juga dilaporkan mengalami dugaan patah tulang.
Warga Bergerak, Korban Dievakuasi
Begitu kecelakaan terjadi, warga sekitar bersama pemerintah desa langsung bergerak melakukan penyelamatan. Medan yang berada di kawasan tanjakan dan jurang membuat proses evakuasi menjadi perhatian warga.
Para korban kemudian dievakuasi sementara ke Pustu Desa Waringinsari dan rumah bidan setempat untuk mendapatkan pertolongan medis.
Tak hanya menyelamatkan para korban, warga juga turut membantu proses pengangkatan kendaraan yang terperosok.
Kondisi Suzuki Carry dilaporkan mengalami kerusakan berat hingga hancur setelah terperosok ke dalam jurang.
Sejumlah unsur masyarakat dan pemerintahan desa ikut turun tangan dalam penanganan kecelakaan tersebut, mulai dari Kepala Desa beserta perangkat Desa Waringinsari, BPD, Ketua RT/RW, hingga warga masyarakat.
Penyebab Kecelakaan Masih Jadi Tanda Tanya
Kecelakaan ini menyisakan sejumlah pertanyaan. Bagaimana kendaraan yang membawa delapan orang tersebut bisa sampai kehilangan kendali hingga terperosok ke jurang?
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti kecelakaan masih belum diketahui dan masih menunggu keterangan lebih lanjut dari pihak berwenang.
Yang jelas, insiden ini kembali menunjukkan betapa rawannya perjalanan di jalur dengan kondisi tanjakan dan medan ekstrem. Warga pun harus berjibaku menyelamatkan para korban ketika kecelakaan terjadi.
Penanganan korban dan proses evakuasi kendaraan masih menjadi prioritas. Sementara kondisi para korban selanjutnya masih dalam penanganan medis.


