
KARAWANG — Berbagai persoalan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat menjadi perhatian Pemerintah Desa Karyasari, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang. Mulai dari ancaman banjir, kebersihan lingkungan, kesehatan anak, keamanan wilayah, hingga pendataan warga penerima bantuan sosial, seluruhnya dibahas dalam rapat minggon yang digelar di aula kantor desa, Rabu (14/10/2026).
Rapat tersebut dihadiri Kepala Desa Karyasari, Asur Pudian, Sekretaris Desa Maman, S.Pd.I., perangkat desa, kepala dusun, ketua RT dan RW, Bhabinkamtibmas, Babinsa, bidan desa, kader kesehatan, serta unsur masyarakat dan media.
Pertemuan ini menjadi forum koordinasi lintas sektor untuk menyerap informasi, mengidentifikasi persoalan di lapangan, dan mendorong langkah konkret dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Sejumlah isu penting mengemuka dalam pembahasan tersebut. Salah satunya adalah data sementara 29 anak yang tercatat mengalami stunting, disertai lima anak lainnya yang datanya masih perlu divalidasi. Selain itu, pemerintah desa juga menyosialisasikan rencana pelayanan administrasi terpadu kecamatan yang dijadwalkan berlangsung pada 21 Oktober 2026.
Sekdes Maman: Rapat Jangan Sekedar Jadi Agenda Rutin
Dalam sambutan pembukaan, Sekretaris Desa Karyasari, Maman, S.Pd.I., menekankan pentingnya tanggung jawab, komunikasi, dan koordinasi dalam menjalankan roda pemerintahan desa.
Ia mengingatkan seluruh perangkat desa agar melaksanakan tugas secara profesional, memahami kewajiban masing-masing, serta memberikan perhatian terhadap berbagai informasi dan keluhan yang berkembang di tengah masyarakat.
Menurutnya, setiap persoalan yang muncul perlu dikomunikasikan dan ditindaklanjuti dengan baik agar tidak berlarut-larut.
Rapat minggon, lanjutnya, diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan rutin mingguan, tetapi juga menjadi sarana menghasilkan solusi yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Koordinasi yang kuat antar aparat desa dan unsur terkait dinilai penting untuk memastikan pelayanan berjalan efektif, informasi tersampaikan dengan baik, serta kebutuhan masyarakat mendapat perhatian.
Kepala Desa Asur Pudian Soroti Ancaman Banjir dan Persoalan Batas Tanah
Dalam arahannya, Kepala Desa Karyasari, Asur Pudian, menyoroti persoalan kebersihan lingkungan dan potensi banjir yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat, terutama ketika curah hujan meningkat.
Ia meminta kepala dusun, ketua RT, dan ketua RW untuk menggerakkan masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan, termasuk melalui kegiatan kerja bakti secara berkala.
Kebersihan saluran air menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan bersama. Upaya menjaga saluran tetap berfungsi dan lingkungan tetap bersih diharapkan mampu mengurangi resiko genangan maupun banjir.
Peran aparatur wilayah juga menjadi penting dalam menyampaikan laporan apabila ditemukan saluran air tersumbat atau persoalan lingkungan yang membutuhkan penanganan.
Selain itu, Asur Pudian mengingatkan pentingnya koordinasi dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur desa, khususnya yang berkaitan dengan saluran air, batas tanah, dan pemanfaatan lahan masyarakat.
Ia menekankan bahwa persoalan batas tanah harus diperiksa secara jelas agar tidak memicu kesalahpahaman maupun konflik antar warga.
Setiap persoalan di lapangan diharapkan diselesaikan melalui pengecekan dan komunikasi dengan pihak-pihak terkait sebelum mengambil langkah lebih lanjut.
Dengan demikian, pembangunan infrastruktur dapat berjalan sesuai kebutuhan masyarakat tanpa menimbulkan persoalan baru.
Data Sementara 29 Anak Stunting Jadi Perhatian
Persoalan kesehatan ibu dan anak turut menjadi sorotan dalam rapat minggon tersebut.
Bidan Desa Karyasari, Hj. Siti Khodijah, yang akrab disapa Bidan Ii, mengingatkan pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit yang menyerang anak-anak, terutama bayi dan balita.
Ia mengimbau para orang tua agar tidak mengabaikan kondisi anak yang mengalami demam tinggi atau menunjukkan gejala penyakit serius. Apabila kondisi anak mengkhawatirkan, orang tua diminta segera mencari pertolongan tenaga kesehatan untuk memperoleh pemeriksaan dan penanganan yang tepat.
Bidan Ii juga mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat dengan mengonsumsi air putih yang cukup, sayuran, dan buah-buahan serta mengurangi kebiasaan yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan.
Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya optimalisasi Posyandu sebagai sarana pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak.
Para kader kesehatan bersama ketua RT, RW, dan kepala dusun diminta aktif mengajak masyarakat membawa balita ke Posyandu agar kondisi kesehatan anak dapat dipantau secara berkala.
Hal yang menjadi perhatian adalah data sementara yang disampaikan dalam pertemuan tersebut, yakni 29 anak tercatat mengalami stunting di Desa Karyasari, sementara lima anak lainnya masih memerlukan validasi data.
Data tersebut perlu diperiksa kembali melalui pengukuran dan pencatatan yang benar agar penanganan dapat dilakukan sesuai kondisi masing-masing anak.
Penanganan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari keluarga, kader Posyandu, tenaga kesehatan, hingga pemerintah desa.
Pemantauan terhadap ibu hamil yang mengalami kekurangan gizi juga perlu menjadi perhatian untuk mendukung kesehatan ibu dan anak serta mencegah munculnya persoalan gizi pada tahap berikutnya.

Bhabinkamtibmas Minta Informasi Gangguan Keamanan Segera Dilaporkan
Dari sektor keamanan, Bhabinkamtibmas Desa Karyasari, Damo, mengajak seluruh aparatur desa dan masyarakat memperkuat koordinasi dengan unsur kepolisian.
Ia menekankan pentingnya penyampaian informasi secara cepat apabila ditemukan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, termasuk dugaan peredaran narkoba.
Menurutnya, informasi yang disampaikan melalui jalur koordinasi yang tepat akan membantu aparat melakukan penelusuran dan tindak lanjut sesuai prosedur.
Peran kepala dusun, ketua RT, ketua RW, serta masyarakat dinilai penting dalam membantu mendeteksi potensi gangguan keamanan sejak dini.
Damo juga mengingatkan perlunya mengaktifkan sistem keamanan lingkungan atau siskamling di setiap wilayah.
Kegiatan tersebut diharapkan dilaksanakan secara konsisten dan dikoordinasikan dengan baik, termasuk melalui dokumentasi kegiatan untuk mendukung pelaporan kepada pimpinan.
Sinergi antara pemerintah desa, aparat keamanan, dan masyarakat diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif.
Babinsa Dorong Pendataan Warga yang Belum Tersentuh Bantuan
Sementara itu, Babinsa Desa Karyasari, Karna, menyoroti pentingnya pendataan warga yang membutuhkan bantuan pemerintah, tetapi belum tercatat sebagai penerima bantuan sosial.
Ia meminta kepala dusun, ketua RT, dan ketua RW melakukan pendataan secara cermat dengan memperhatikan kondisi masyarakat di lapangan.
Menurutnya, informasi yang akurat diperlukan agar warga yang benar-benar membutuhkan dapat teridentifikasi dan datanya bisa disampaikan kepada pihak terkait untuk diverifikasi sesuai mekanisme yang berlaku.
Pendataan tersebut diharapkan membantu proses pemutakhiran data sehingga kebutuhan masyarakat dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pelaksanaan program bantuan sosial.
Selain itu, Karna menyampaikan bahwa koordinasi antara unsur TNI dan Polri juga terus dilakukan untuk menjaga keamanan lingkungan, termasuk melalui patroli gabungan guna mengantisipasi tindak kriminalitas jalanan.
Ia mengajak masyarakat agar tidak ragu melaporkan informasi mengenai potensi gangguan keamanan di lingkungan masing-masing.
Keterlibatan masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung upaya pencegahan tindak kriminalitas dan menjaga ketertiban wilayah.
Pelayanan PATEN Dijadwalkan 21 Oktober, Ada Layanan Administrasi hingga Kesehatan
Di tengah pembahasan berbagai persoalan masyarakat, Pemerintah Desa Karyasari juga menyampaikan informasi mengenai rencana pelayanan publik melalui program Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) pada 21 Oktober 2026.
Sekretaris Desa Karyasari, Maman, S.Pd.I., menjelaskan bahwa berdasarkan informasi yang disampaikan dalam rapat, sejumlah layanan yang direncanakan meliputi administrasi kependudukan, seperti Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Identitas Anak (KIA), akta kelahiran, dan akta kematian.
Masyarakat juga mendapat informasi mengenai layanan pertanahan, pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB), konsultasi perizinan, serta perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM).
Untuk layanan SIM, Maman menegaskan bahwa pelayanan yang diinformasikan adalah perpanjangan, bukan pembuatan SIM baru.
Selain layanan administrasi, program tersebut direncanakan menghadirkan pelayanan kesehatan berupa pemeriksaan kesehatan gratis, pelayanan keluarga berencana (KB), dan sunatan massal melalui fasilitas kesehatan terkait.
Informasi mengenai beras murah dengan alokasi 10 kilogram seharga Rp50.000 juga disampaikan kepada masyarakat.
Maman meminta perangkat desa, kepala dusun, ketua RT, dan ketua RW membantu menyebarluaskan informasi agar warga mengetahui rencana pelayanan tersebut beserta persyaratannya.
Ia secara khusus menekankan agar informasi menjangkau masyarakat kurang mampu dan warga yang membutuhkan kemudahan dalam mengakses pelayanan publik.
Masyarakat diimbau memastikan jadwal, lokasi, persyaratan, dan ketersediaan layanan melalui pihak penyelenggara sebelum mendatangi lokasi pelayanan.
Bukan Sekedar Rapat, Hasilnya Diharapkan Menjadi Tindakan Nyata
Berbagai persoalan yang dibahas dalam rapat minggon menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat desa tidak hanya berkaitan dengan urusan administrasi, tetapi juga mencakup lingkungan, kesehatan, keamanan, pembangunan infrastruktur, dan pemerataan bantuan sosial.
Pemerintah Desa Karyasari bersama unsur terkait diharapkan dapat menindaklanjuti setiap pembahasan melalui langkah konkret yang terukur.
Persoalan banjir membutuhkan perhatian terhadap kebersihan dan saluran air. Penanganan stunting membutuhkan validasi data dan pemantauan kesehatan secara berkala. Sementara itu, pemerataan bantuan sosial memerlukan pendataan yang akurat agar kondisi warga yang membutuhkan dapat diketahui.
Di bidang keamanan, komunikasi antara masyarakat, pemerintah desa, TNI, dan Polri perlu terus diperkuat agar berbagai potensi gangguan dapat segera ditindaklanjuti.
Adapun rencana pelayanan PATEN diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh akses terhadap berbagai layanan publik dengan lebih mudah.
Rapat minggon pada akhirnya bukan hanya tentang menyampaikan persoalan, melainkan juga memastikan adanya tindak lanjut yang jelas. Melalui koordinasi, keterbukaan informasi, dan tanggung jawab bersama, Pemerintah Desa Karyasari diharapkan mampu menghadirkan pelayanan yang semakin responsif dan manfaat nyata bagi masyarakat.
Penulis: Alim

