KARAWANG | ULASBERITA.CLICK | Duka mendalam menyelimuti keluarga besar almarhumah Yolanda (16), ibu hamil asal Kampung Tambun RT 07, Kelurahan Kartasari, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi. Yolanda meninggal dunia bersama janin yang dikandungnya pada Jumat dini hari, 1 Agustus 2025, di Rumah Sakit Hastien Rengasdengklok, Karawang. Tragedi ini menyisakan tanya besar dan amarah di tengah keluarga yang menduga kuat adanya kelalaian dalam penanganan medis.
Kronologi bermula saat Yolanda dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Hastien pada Senin, 21 Juli 2025, dengan keluhan demam berdarah dengue (DBD). Meski trombosit sempat naik turun, dokter jaga menyatakan kondisinya masih “normal”. Namun lima hari kemudian, Sabtu 26 Juli, kondisinya memburuk drastis: mimisan tak kunjung berhenti dan tubuhnya melemah. Ia pun dipindahkan ke ruang ICU dan mendapat penanganan berupa penyumbatan menggunakan kain kasa.
Namun, bukan perbaikan yang terjadi. Justru pada Kamis malam, 31 Juli 2025, kondisi Yolanda makin kritis, sesak napas, tekanan darah lemah, dan trombosit yang kembali anjlok. Sayangnya, upaya medis tak mampu menyelamatkannya. Yolanda mengembuskan napas terakhirnya bersama bayi yang belum sempat lahir ke dunia.
Keluarga Curiga Ada Malpraktik
Keluarga korban tak tinggal diam. Mereka mempertanyakan penanganan medis yang mereka nilai janggal, mulai dari diagnosa awal hingga langkah-langkah yang diambil di ruang ICU. Bahkan, hingga berita ini diturunkan, pihak rumah sakit belum menunjukkan itikad baik.
“Ini bukan soal satu nyawa, tapi dua. Ibu dan bayinya meninggal. Tapi dari pihak rumah sakit, jangankan meminta maaf, menyampaikan belasungkawa saja tidak,” ujar Minda Diana, paman korban, dengan nada penuh emosi, Jumat (1/8/2025).
Minda mendesak agar Dinas Kesehatan dan aparat penegak hukum turun tangan melakukan investigasi menyeluruh. Ia juga mengingatkan agar kejadian serupa tak terulang kembali dan menimpa keluarga lain.
Suami dan Ibu Korban Syok Berat
Hingga saat ini, suami serta ibunda Yolanda masih dalam kondisi terpukul dan belum mampu memberikan keterangan resmi. Rencananya, proses pemakaman akan dilangsungkan hari ini di kampung halaman korban.
Tragedi ini menyisakan luka yang dalam, sekaligus menjadi alarm bagi dunia kesehatan: bahwa keselamatan pasien adalah harga mati, dan kelalaian sekecil apa pun bisa berujung pada kematian.
Penulis: Alim


