
Karawang – Program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Dusun Pojoklaban RT 02 RW 03, Desa Labanjaya, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang, menuai keluhan dari penerima manfaat. Pembangunan rumah milik Inem, salah satu penerima bantuan, hingga kini tak kunjung selesai meski sudah berjalan hampir 15 hari.
Menurut Inem, material bangunan yang datang pun sangat minim. Ia bahkan terpaksa menggunakan hebel milik tetangganya sebanyak 5 kubik karena bahan yang dijanjikan pelaksana belum juga tersedia.
“Ini pembangunan sudah acak-acakan. Bahan-bahan bangunan baru datang sebagian, hanya bambu dan kayu saja. Pasir dan material lainnya belum ada,” ujar Inem, Rabu (20/8/2025).
Situasi makin pelik karena tukang yang sempat mengerjakan pembangunan akhirnya berhenti bekerja. Mereka mengaku belum menerima upah sehingga memilih menghentikan aktivitas.
“Pekerjaan baru berjalan sekitar 15 hari, setelah itu tukangnya berhenti. Katanya belum dibayar. Jadi sekarang mandek, tidak ada aktivitas pembangunan,” tambahnya.
Tak hanya itu, Inem juga menyoroti sulitnya berkoordinasi dengan mandor lapangan bernama Pak Asep, yang menerima limpahan tanggung jawab dari Pak H. Abas. Janji pengiriman material tambahan pun tak pernah ditepati.
“Pak Asep itu susah sekali dihubungi. Katanya mau datang bawa material, tapi sampai sekarang tidak ada. Sementara kayu yang sudah datang takut rusak kehujanan,” keluhnya.
Warga berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera turun tangan agar program bantuan Rutilahu di Desa Labanjaya tidak terus terkatung-katung, dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh penerima.

