Pemilik Lahan di Cikarang Geram Tanahnya Dijadikan Tempat Pembuangan Sampah Tanpa Izin: Segera Bersihkan, Jangan Seenaknya!

0
Caption: Pemilik Lahan di Cikarang Geram Tanahnya Dijadikan Tempat Pembuangan Sampah Tanpa Izin: Segera Bersihkan, Jangan Seenaknya!

BEKASI — Bau busuk sampah kini bukan lagi hanya soal lingkungan, tapi soal hak warga yang dilanggar. Seorang warga bernama H. Cacan dengan nada geram menyuarakan protes keras setelah mengetahui tanah miliknya dijadikan tempat pembuangan sampah oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Setiap hari, kata H. Cacan, bau menyengat dari tumpukan sampah membuat lingkungan sekitar tak nyaman, bahkan merugikan dirinya sebagai pemilik lahan.

“Saya keberatan, Pak. Setiap hari sudah bau. Kalau bapak punya tanah, terus dijadikan tempat sampah, gimana coba?” ucapnya dengan nada kecewa, Minggu (26/10).

Menurutnya, pembuangan itu dilakukan tanpa izin dan tanpa pemberitahuan apa pun.

“Tidak ada izin, tidak ada laporan. Kalau ada izin, pasti semua tahu. Tapi ini tiba-tiba aja dibuang di situ,” tegasnya.

Lebih parah lagi, H. Cacan mengaku sudah berulang kali menegur dan mengusir pihak yang membuang sampah di lahannya, namun tetap tak digubris.

“Saya sudah kasih tahu, bahkan ketemu langsung sama seseorang berinisial KD. Sudah saya bilang jangan buang sampah di situ, tapi tetap aja buang,” ungkapnya.

Ia juga mempertanyakan transparansi iuran kebersihan yang konon berasal dari pemerintah, namun justru tak terlihat hasilnya.

“Iurannya dari pemerintah juga kita enggak tahu ke mana, tapi sampahnya malah dibuang ke tanah saya,” keluhnya kesal.

H. Cacan meminta agar pemerintah daerah tidak tinggal diam dan segera menertibkan lokasi tersebut.

“Saya minta tolong, kalau bisa cepat dibersihkan. Jangan lama-lama. Kami enggak terima tanah pribadi dijadikan tempat buang sampah,” ujarnya tegas.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak pemerintah setempat mengenai keluhan H. Cacan. Namun, warga sekitar mendesak agar tindakan nyata segera diambil sebelum masalah ini menimbulkan konflik lebih besar.

Penulis: Alim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini