
KARAWANG – Ada cerita berbeda di balik hiruk-pikuk pengamanan dan liputan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 di Karawang. Bukan hanya aparat dan jurnalis yang berjaga, tetapi juga warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Karawang yang ikut berkontribusi lewat karya mereka.
Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO Indonesia) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kabupaten Karawang menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Lapas Kelas IIA Karawang atas dukungan nyata terhadap Posko Jaga Liputan Nataru 2026. Dukungan itu diwujudkan dalam bentuk 100 cup Kopi Janji Bui dan 100 Roti Hawarna yang dibagikan kepada jurnalis di posko liputan.
Syuhada Wisastra, Ketua IWO Indonesia DPD Karawang menilai, bantuan tersebut bukan sekedar pengganjal lapar dan kantuk para jurnalis, melainkan simbol kepedulian serta sinergi positif antara lembaga pemasyarakatan dan insan pers dalam menjaga keterbukaan informasi publik.
“Ini bukan sekedar bantuan konsumsi. Ini adalah wujud nyata dukungan Lapas Karawang terhadap kerja-kerja jurnalistik. Kami mengapresiasi setinggi-tingginya Kalapas Karawang beserta jajaran,” ujar Syuhada di Sekretariat IWO Indonesia.
Kepala Lapas Kelas IIA Karawang, Christo Victor Nixon Toar, menegaskan bahwa dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen Lapas Karawang untuk terus membangun kolaborasi dengan insan pers sebagai mitra strategis pelayanan publik.
“Pers berperan penting dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan edukatif kepada masyarakat. Karena itu, kami mendukung penuh Posko Jaga Liputan Nataru IWO Indonesia DPD Karawang,” kata Christo.
Lebih jauh, Christo mengungkapkan bahwa Kopi Janji Bui dan Roti Hawarna yang dibagikan bukan produk sembarangan, melainkan hasil karya warga binaan melalui program pembinaan kemandirian.
“Ini adalah produk unggulan warga binaan kami. Program pembinaan berjalan baik dan mampu menghasilkan produk berkualitas yang layak dipasarkan,” jelasnya.
Menurutnya, momentum ini sekaligus menjadi ruang untuk memperkenalkan hasil karya warga binaan kepada publik.
“Kami ingin masyarakat melihat bahwa warga binaan juga bisa berkarya secara positif dan produktif. Harapannya, saat mereka kembali ke masyarakat, mereka sudah memiliki keterampilan dan mental mandiri,” tambah Christo.
Roti Bui dan Kopi Bui, Produk Pembinaan yang Kian Dikenal
Roti Hawarna, yang populer dengan sebutan “Roti Bui”, kini menjadi salah satu produk unggulan hasil pembinaan kemandirian warga binaan Lapas Kelas IIA Karawang. Dengan cita rasa yang dinilai bersaing dan harga terjangkau, produk ini kerap dipasarkan bersama Kopi Janji Bui dan mulai dikenal masyarakat luas.
Program pembinaan tersebut dirancang untuk menjaga produktivitas warga binaan sekaligus membekali mereka dengan keterampilan kerja agar siap beradaptasi ketika kembali ke tengah masyarakat.
Melalui sinergi ini, IWO Indonesia DPD Karawang berharap kolaborasi antara lembaga pemasyarakatan dan insan pers terus terjaga, tidak hanya dalam mendukung keterbukaan informasi, tetapi juga dalam membangun pembinaan sosial dan pelayanan publik yang lebih humanis.
Penulis: Alim

