Aklamasi di Tengah Sorotan! GARDU Tantang Ketimpangan Karawang Utara: “Kami Tak Akan Diam”

0
Caption: Aklamasi di Tengah Sorotan! GARDU Tantang Ketimpangan Karawang Utara: "Kami Tak Akan Diam"

Karawang – Di tengah sorotan terhadap masih lebarnya kesenjangan pembangunan di wilayah utara Kabupaten Karawang, Gerakan Rakyat dari Utara (GARDU) menggelar Rapat Kerja Daerah (Rekerda) I di Dusun Trijaya, Desa Sabajaya, Kecamatan Tirtajaya, Minggu (28/6/2026). Forum tersebut menetapkan Nana Satria Permana (NSP) sebagai Ketua Umum GARDU secara aklamasi untuk masa bakti tiga tahun ke depan.

Namun, yang lebih menyita perhatian bukan sekedar pengukuhan kepemimpinan. GARDU justru melontarkan pesan keras: Karawang Utara dinilai masih tertinggal dan membutuhkan perhatian yang lebih serius.

Ketua Umum GARDU, Nana Satria Permana, menegaskan organisasinya lahir dari keresahan masyarakat yang selama ini merasa belum menikmati pembangunan secara merata.

“GARDU lahir untuk membela rakyat kecil. Kami ingin ada perhatian serius terhadap Karawang Utara yang selama ini masih merasakan kesenjangan pembangunan,” tegas Nana.

Pernyataan itu sekaligus menjadi kritik terhadap kondisi yang dinilai masih menyisakan persoalan mendasar, mulai dari akses pendidikan, pemerataan pembangunan, hingga terbatasnya kesempatan kerja bagi masyarakat di wilayah utara Karawang.

Salah satu isu yang menjadi perhatian GARDU adalah belum tersedianya SMP Negeri yang memadai di wilayah Kecamatan Rengasdengklok. Akibatnya, menurut Nana, banyak lulusan sekolah dasar setiap tahun kesulitan mendapatkan bangku di sekolah negeri.

Tak hanya itu, GARDU juga menyatakan akan mengambil peran sebagai mitra kritis pemerintah. Organisasi tersebut menegaskan siap mengawal setiap kebijakan, sekaligus menyampaikan kritik apabila kebijakan dinilai tidak berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Ketua Panitia Rekerda, Aan Karyanto, mengatakan organisasi yang baru berdiri itu dibangun bukan untuk mengejar kekuasaan, melainkan sebagai wadah perjuangan masyarakat.

“GARDU lahir dari semangat perubahan, bukan karena kekuasaan, tetapi dari kepedulian terhadap masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) GARDU, Koko Baraya, menegaskan regenerasi menjadi prinsip utama organisasi agar kepemimpinan terus berganti dan melahirkan kader-kader baru.

Di sisi lain, Penasehat GARDU, Uwa Suro, memaparkan sejumlah program prioritas, mulai dari pembangunan sarana pendidikan, penanggulangan pengangguran, hingga gagasan “Satu Desa Satu Perusahaan” agar keberadaan kawasan industri mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Karawang Utara, bukan hanya menjadi penonton di daerah sendiri.

Dalam forum tersebut, peserta juga menyepakati susunan kepengurusan inti organisasi, yakni Nana Satria Permana sebagai Ketua Umum, Koko Baraya sebagai Sekjen, dan H. Sadi Rosadi (Jiros) sebagai Bendahara.

Rekerda I ditutup dengan komitmen memperkuat GARDU sebagai wadah perjuangan masyarakat Karawang Utara untuk mengawal pemerataan pembangunan, peningkatan kualitas pendidikan, dan perluasan kesempatan kerja.

Kini publik menunggu langkah nyata GARDU. Apakah organisasi ini mampu menjadi suara masyarakat yang selama ini merasa terpinggirkan, ataukah komitmen tersebut hanya akan menjadi janji yang berhenti di ruang rapat?

Penulis: Alim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini