Aktif Berdakwah di Tengah Masyarakat, Ustadz Dasim Kenalkan Ruqyah Syar’iyyah: Ajak Umat Muhasabah dan Kembali kepada Al-Qur’an

0
Caption: Aktif Berdakwah di Tengah Masyarakat, Ustadz Dasim Kenalkan Ruqyah Syar’iyyah: Ajak Umat Muhasabah dan Kembali kepada Al-Qur’an

KARAWANG – Di tengah kesibukannya sebagai dosen dan tenaga pendidik, Ustadz Dasim, praktisi ruqyah syar’iyyah sekaligus penulis buku Padaku Therapy-Mu, terus menunjukkan kiprahnya dalam kegiatan dakwah dan pelayanan keagamaan di tengah masyarakat Kabupaten Karawang.

Tidak hanya aktif mengajar di lingkungan pendidikan, Ustadz Dasim juga kerap memenuhi undangan masyarakat untuk mengisi pengajian, ceramah agama, doa bersama, khutbah Jumat, hingga berbagai kegiatan keislaman di masjid, musala, lingkungan perumahan, perusahaan, serta instansi swasta maupun pemerintahan.

Salah satu pendekatan dakwah yang menjadi ciri khasnya adalah doa ruqyah syar’iyyah melalui wasilah Al-Qur’an. Metode tersebut tidak hanya mengajak jamaah mendengarkan bacaan ayat suci dan doa, tetapi juga membimbing mereka melakukan muhasabah atau introspeksi diri sebelum memulai rangkaian doa ruqyah.

Menurut Ustadz Dasim, menghadapi persoalan kehidupan, ujian, maupun sakit dan penyakit tidak cukup hanya dengan mengeluh. Manusia perlu memperkuat ketauhidan, memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, serta membangun kesadaran untuk memperbaiki diri.

“Ruqyah syar’iyyah bukan hanya tentang membacakan ayat-ayat Al-Qur’an dan doa. Ada proses mengajak diri kita untuk bermuhasabah, mengingat kesalahan, memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, serta meningkatkan kualitas ibadah,” demikian pesan yang menjadi bagian dari pendekatan dakwahnya, Minggu (8/11/2026).

Muhasabah Sebelum Ruqyah, Mengajak Jamaah Memperbaiki Diri

Dalam setiap kegiatan, jamaah diajak merenungkan berbagai persoalan yang sedang dihadapi. Mulai dari kegelisahan, kecemasan, persoalan keluarga, hingga berbagai ujian kehidupan.

Pendekatan muhasabah tersebut menjadi bagian penting sebelum pembacaan doa ruqyah syar’iyyah dilaksanakan.

Ustadz Dasim juga mengingatkan pentingnya memiliki keyakinan tauhid yang kuat kepada Allah SWT. Ketika menghadapi ujian, seseorang hendaknya tetap bersabar, ikhlas, dan ridha terhadap ketentuan-Nya.

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Jamaah diajak meyakini Al-Qur’an sebagai syifa atau penawar, petunjuk kehidupan, serta sumber ketenangan bagi hati dan jiwa.

Melalui pendekatan tersebut, ia berharap masyarakat tidak hanya memperoleh penguatan spiritual, tetapi juga semakin memahami pentingnya doa, zikir, dan ibadah dalam menjalani kehidupan.

Dari Ruang Kuliah hingga Lingkungan Masyarakat

Di balik aktivitas dakwahnya, Ustadz Dasim memiliki kesibukan sebagai pendidik. Kesehariannya diisi dengan mengajar sebagai dosen Pendidikan Agama Islam di salah satu universitas di Karawang, Kepala Madrasah DTA An-Nur Cengkong, serta guru di SMP Tahfidz.

Namun, aktivitas pendidikan tidak membuatnya jauh dari kehidupan masyarakat.

Di lingkungan Perumahan Bumi Karawang Residence, misalnya, ia turut berbaur dengan warga dan memenuhi berbagai undangan, mulai dari memberikan sambutan dalam acara pernikahan, memimpin doa, hingga kegiatan sosial dan keagamaan lainnya.

Kiprahnya juga menjangkau berbagai lingkungan masyarakat di Karawang maupun luar daerah. Mulai dari pengajian rutin, ceramah keagamaan, menjadi khatib Jumat, imam salat, hingga mengisi kegiatan keagamaan di lingkungan perusahaan dan instansi pemerintah maupun swasta.

Pekan depan, insyaallah Ustadz Dasim juga dijadwalkan memenuhi undangan kegiatan pengajian di salah satu masjid di wilayah Kabupaten Subang.

Ruqyah Syar’iyyah Ternyata Dekat dengan Kehidupan Sehari-hari

Dalam salah satu materi dakwahnya, Ustadz Dasim menyampaikan bahwa doa dan ruqyah syar’iyyah sesungguhnya sangat dekat dengan kehidupan umat Islam.

Bahkan, tanpa disadari, umat Islam telah terbiasa melakukan amalan yang menjadi bagian dari ruqyah syar’iyyah, seperti membaca Al-Qur’an, berdoa, berzikir, serta memohon perlindungan dan pertolongan Allah SWT.

Ia menjelaskan bahwa konsep dasar dalam ikhtiar spiritual melalui terapi doa dan Al-Qur’an harus diawali dengan pemahaman mengenai tujuan penciptaan manusia, yakni untuk beribadah kepada Allah SWT.

Karena itu, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, di antaranya tazkiyatun nafs atau penyucian jiwa, muhasabah, serta taubat sebagai upaya membersihkan diri dari kesalahan dan perbuatan yang merugikan.

Dalam penyampaiannya, ia mengutip firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah Asy-Syura ayat 30:

وَمَآ أَصَٰبَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُوا۟ عَن كَثِيرٍ

Artinya: “Dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah karena perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (kesalahanmu).”

Ayat tersebut menjadi pengingat agar setiap manusia tidak berhenti melakukan introspeksi diri ketika menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Menurutnya, dalam menjaga kesehatan, seseorang juga perlu memperhatikan berbagai faktor, termasuk pikiran, pola makan, dan lingkungan.

Karena itu, ikhtiar menjaga kesehatan perlu dilakukan secara menyeluruh, baik melalui pendekatan spiritual maupun pola hidup sehat. Apabila terdapat kebiasaan buruk yang merugikan diri sendiri, maka perlu ada kemauan untuk berubah dan memperbaikinya.

Sedekah, Puasa, Zikir dan Al-Qur’an Menjadi Penguat Kehidupan

Ustadz Dasim juga mengajak masyarakat meningkatkan amaliah ibadah sebagai bagian dari upaya membangun kehidupan yang lebih baik.

Beberapa amalan yang ditekankan antara lain menjaga salat, bersabar, memperbanyak sedekah, menjalankan puasa wajib maupun sunah, membiasakan zikir pagi dan petang, memperbanyak doa, membaca Al-Qur’an, serta senantiasa mengingat kematian.

Sedekah, menurutnya, hendaknya dilakukan dengan niat yang baik, menggunakan harta yang halal, penuh keikhlasan, dan diberikan kepada orang yang tepat.

Ia juga mengingatkan bahwa zikir pagi dan petang serta doa-doa yang diajarkan Rasulullah SAW dapat menjadi bagian dari ikhtiar memohon perlindungan Allah SWT dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Sementara itu, mengingat kematian menjadi pengingat bahwa kehidupan dunia tidak berlangsung selamanya. Kesadaran tersebut diharapkan mendorong manusia memperbanyak amal saleh dan memperbaiki kualitas kehidupannya.

Membaca Al-Qur’an juga menjadi amalan yang terus ditekankan. Menurutnya, Al-Qur’an merupakan pedoman hidup sekaligus sumber ketenangan bagi hati dan jiwa.

Ia mengajak masyarakat membiasakan perilaku positif, seperti tidak mudah mengeluh, menjauhi kebencian, sederhana, berprasangka baik, mudah memaafkan, gemar memberi, tidak iri dan dengki, menghindari permusuhan, serta senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Hati yang Bersih, Cerminan Kualitas Keimanan

Salah satu pesan menarik dalam dakwah Ustadz Dasim adalah pentingnya menjaga kebersihan hati atau qalbu.

Ia mengingatkan hadis Rasulullah SAW yang menjelaskan bahwa di dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging. Apabila segumpal daging itu baik, maka baik pula seluruh tubuhnya. Namun, apabila rusak, rusak pula seluruh tubuhnya. Ketahuilah bahwa segumpal daging tersebut adalah hati.

Ia mengibaratkan hati yang bersih seperti lentera yang terawat. Semakin bersih lentera, semakin terang cahaya yang dipancarkannya. Begitu pula hati manusia, semakin terjaga dari penyakit hati, semakin mudah menerima nasihat dan memancarkan nilai-nilai keimanan.

Sebaliknya, hati yang dipenuhi iri, dengki, kebencian, kesombongan, dan perilaku buruk dapat memengaruhi cara seseorang berpikir, bersikap, serta menjalani kehidupannya.

Karena itu, masyarakat diajak menjauhi sifat mudah marah, dendam, kecemasan berlebihan, ghibah, kikir, memutus silaturahmi, dan berbagai perbuatan maksiat.

Selain menjaga kebersihan hati, Ustadz Dasim juga mengingatkan pentingnya pola hidup sehat, mengonsumsi makanan halal dan baik, memperhatikan asupan nutrisi, serta memanfaatkan bahan pangan alami sebagai bagian dari ikhtiar menjaga kesehatan.

Dakwah Bukan Sekedar Ceramah, tetapi Mengajak Masyarakat Berubah

Melalui berbagai kegiatan pendidikan dan dakwah, Ustadz Dasim berharap masyarakat semakin memahami bahwa ketenangan hidup tidak hanya dicari ketika menghadapi masalah, tetapi perlu dibangun melalui kedekatan dengan Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari.

Baginya, doa ruqyah syar’iyyah menjadi salah satu ikhtiar spiritual untuk mengajak manusia kembali kepada Al-Qur’an, memperbaiki keimanan, membersihkan hati, serta meningkatkan kualitas ibadah.

Kiprahnya sebagai dosen, kepala madrasah, guru, praktisi ruqyah syar’iyyah, dan pendakwah menjadi bagian dari aktivitasnya dalam menyampaikan nilai-nilai keislaman kepada berbagai lapisan masyarakat.

Pesan yang terus disampaikan sederhana, tetapi mendalam: ketika menghadapi persoalan kehidupan, jangan pernah meninggalkan doa, jangan berhenti bermuhasabah, perbaiki ibadah, dan senantiasa menggantungkan harapan serta pertolongan hanya kepada Allah SWT.

Melalui dakwah yang mengedepankan muhasabah dan doa Al-Qur’an, Ustadz Dasim ingin mengajak masyarakat menjadikan setiap ujian sebagai jalan pembelajaran untuk memperkuat iman dan memperbaiki kehidupan.

Catatan: Ruqyah syar’iyyah merupakan ikhtiar spiritual dan tidak menggantikan pemeriksaan maupun pengobatan medis. Gangguan kesehatan tetap perlu ditangani dengan berkonsultasi kepada tenaga kesehatan profesional.

Penulis: Alim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini