Karawang – Polemik belum tersedianya armada mobil ambulans desa kembali menjadi sorotan publik di Desa Sindangmukti, Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang. Di tengah kebutuhan pelayanan kesehatan yang semakin mendesak, masyarakat mempertanyakan keseriusan pemerintah desa dalam merealisasikan fasilitas yang selama ini dinilai sangat dibutuhkan warga.
Tokoh masyarakat Desa Sindangmukti, H. Epul, secara tegas mendesak Pemerintah Desa Sindangmukti agar segera menghadirkan armada ambulans yang telah lama menjadi harapan masyarakat. Menurutnya, persoalan ini bukan sekedar soal kendaraan desa, melainkan menyangkut keselamatan dan pelayanan kemanusiaan bagi warga yang membutuhkan pertolongan darurat.
“Saat audiensi itu saya mempertanyakan langsung, ke mana mobil desa dan kapan ambulans untuk masyarakat direalisasikan. Yang saya inginkan sederhana, ambulans harus segera ada untuk kepentingan warga,” tegas H. Epul kepada ulasberita.click, Senin (8/6/2026).
Menurut H. Epul, persoalan ambulans desa sejatinya telah lama menjadi pembahasan. Pada tahun 2025, masyarakat bersama berbagai unsur desa bahkan telah melakukan audiensi yang disaksikan pihak Kecamatan Kutawaluya, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan masyarakat untuk meminta kejelasan terkait keberadaan serta realisasi ambulans desa.
Namun hingga memasuki pertengahan tahun 2026, ambulans yang dinantikan masyarakat tersebut belum juga tersedia. Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat mengenai tindak lanjut dari berbagai pembahasan dan aspirasi yang telah disampaikan sebelumnya.
“Harapan saya cuma satu, harus ada mobil ambulans untuk warga. Karena ini kebutuhan masyarakat Desa Sindangmukti,” ujar H. Epul.
Bagi warga, keberadaan ambulans bukanlah fasilitas pelengkap. Kendaraan tersebut dianggap sangat penting untuk membantu warga yang sakit, ibu yang hendak melahirkan, hingga kondisi darurat yang membutuhkan penanganan cepat menuju fasilitas kesehatan.
Sorotan juga datang dari Carim Darmawan, Departemen Umum Hankam 88 LSM Laskar NKRI. Ia meminta Camat Kutawaluya untuk tidak tinggal diam dan mengambil langkah tegas dalam menyikapi aspirasi masyarakat yang hingga kini belum menemukan titik terang.
“Kami meminta Pak Camat Kutawaluya dapat bersikap tegas dan membela keluhan masyarakat Desa Sindangmukti. Sudah bertahun-tahun masyarakat mengharapkan armada mobil ambulans untuk menopang kebutuhan warga,” kata Carim.
Tak hanya itu, Carim juga menyoroti peran BPD Desa Sindangmukti agar lebih optimal menjalankan fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan desa.
“BPD harus tegas. Jangan hanya menjadi penurut kepala desa. Fungsi pengawasan harus dijalankan demi kepentingan masyarakat,” tambahnya.
Mencuatnya kembali persoalan ambulans desa menimbulkan pertanyaan yang kini ramai diperbincangkan warga: mengapa kebutuhan yang menyangkut keselamatan masyarakat masih belum juga terealisasi?
Di tengah berbagai program pembangunan yang berjalan, masyarakat berharap kebutuhan dasar pelayanan darurat tidak lagi menjadi sekedar wacana. Warga menilai pemerintah desa perlu memberikan penjelasan terbuka mengenai status pengadaan ambulans agar tidak menimbulkan spekulasi dan kekecewaan yang semakin meluas.
Kini publik menunggu langkah nyata dari Pemerintah Desa Sindangmukti, BPD, maupun pihak kecamatan. Sebab bagi masyarakat, ambulans bukan sekedar kendaraan operasional, melainkan fasilitas vital yang bisa menjadi penentu keselamatan warga dalam situasi darurat.
Pertanyaannya: sampai kapan masyarakat Desa Sindangmukti harus menunggu hadirnya ambulans desa yang telah lama dijanjikan dan sangat mereka butuhkan?


