
KARAWANG – Dugaan penculikan, penyekapan, dan penganiayaan terhadap Hendro alias Kodok, warga Desa Tamelang, sekaligus pengurus Karang Taruna Kecamatan Purwasari, terus menuai reaksi dari berbagai kalangan. Kali ini kecaman keras datang dari Dede Mulyana, Ketua DPD BM PAN Karawang yang juga merupakan Anggota DPRD Kabupaten Karawang dari Fraksi PAN.
Dede menegaskan bahwa tindakan kekerasan terhadap warga tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun dan harus diproses sesuai hukum yang berlaku.
Menurutnya, apabila dugaan penculikan dan penganiayaan tersebut benar terjadi, maka peristiwa tersebut merupakan tindakan serius yang tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa.
“Hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu. Tidak boleh ada pihak yang merasa kebal hukum atau bisa bertindak semena-mena terhadap masyarakat,” tegas Dede Mulyana, Kamis (25/6/2026).
Siap Kawal Korban Hingga Mendapatkan Keadilan
Sebagai wakil rakyat yang berasal dari daerah pemilihan setempat, Dede mengaku prihatin atas peristiwa yang menimpa warga Desa Tamelang tersebut.
Ia menegaskan akan mengawal dan mendampingi korban serta keluarganya dalam memperjuangkan keadilan melalui jalur hukum.
“Yang jelas saya akan mengawal dan mendampingi warga saya untuk mendapatkan keadilan,” ujar Dede.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa kasus yang saat ini tengah ditangani Polres Karawang mulai mendapat perhatian dari kalangan legislatif.
Jangan Sampai Masyarakat Takut Menyuarakan Aspirasi
Dede juga mengingatkan bahwa negara menjamin hak setiap warga untuk menyampaikan pendapat, berdiskusi, maupun memperjuangkan kepentingan masyarakat secara damai.
Menurutnya, apabila benar terdapat tindakan intimidasi atau kekerasan yang berkaitan dengan penyampaian aspirasi masyarakat, maka hal tersebut berpotensi menjadi ancaman terhadap iklim demokrasi dan rasa aman warga.
“Masyarakat tidak boleh hidup dalam ketakutan hanya karena menyampaikan aspirasi atau memperjuangkan hak-haknya. Negara harus hadir memberikan perlindungan,” katanya.
Desak Aparat Ungkap Pelaku
Lebih lanjut, Dede meminta aparat penegak hukum bekerja secara profesional, transparan, dan objektif dalam mengusut laporan yang telah masuk ke Polres Karawang.
Ia menilai pengungkapan kasus tersebut sangat penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum.
“Siapa pun pelakunya harus diproses sesuai hukum. Jangan sampai ada kesan bahwa hukum tajam ke bawah tetapi tumpul ke atas. Semua warga negara memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum,” tegasnya.
Ujian Bagi Penegakan Hukum di Karawang
Kasus dugaan penculikan dan penganiayaan terhadap warga Tamelang kini berkembang menjadi perhatian publik. Selain melibatkan unsur organisasi kepemudaan, perkara ini juga mulai mendapat sorotan dari tokoh politik dan anggota legislatif daerah.
Publik kini menanti langkah konkret aparat kepolisian dalam mengungkap fakta di balik dugaan peristiwa tersebut, termasuk mengidentifikasi siapa pihak yang bertanggung jawab.
Di tengah meningkatnya perhatian masyarakat, satu pertanyaan yang terus mengemuka:
Akankah hukum benar-benar berdiri di atas semua golongan, atau justru berhenti ketika berhadapan dengan kepentingan yang lebih besar?

