Baru Dibangun, Toilet GOR Panatayudha Sudah Memprihatinkan: Uang Rakyat Dipakai untuk Apa?

0
Caption: Baru Dibangun, Toilet GOR Panatayudha Sudah Memprihatinkan: Uang Rakyat Dipakai untuk Apa?

KARAWANG — Baru seumur jagung digunakan, fasilitas umum di kawasan Gelanggang Olahraga (GOR) Panatayudha, Kelurahan Nagasari, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, justru menuai sorotan tajam.

Toilet yang semestinya menjadi fasilitas dasar bagi masyarakat dan pengunjung GOR disebut berada dalam kondisi memprihatinkan. Persoalan sanitasi hingga akses toilet perempuan menjadi sorotan setelah aktivis bidang konstruksi melakukan pemantauan langsung ke lokasi.

Temuan itu diungkap Akhmad Muslim dan Ade Balok saat berada di kawasan GOR Panatayudha pada Kamis, 13 Agustus 2026, sekitar pukul 14.30 WIB.

Dari hasil pemantauan, sedikitnya terdapat lima persoalan yang dinilai membutuhkan penanganan segera.

Pertama, keran air tidak mengeluarkan air. Kondisi ini membuat fungsi dasar toilet untuk mencuci tangan dan menjaga kebersihan tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Kedua, dua unit urinoir mengalami kerusakan hingga menimbulkan genangan air kotor. Jika dibiarkan, kondisi tersebut bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berpotensi memperburuk persoalan kebersihan dan sanitasi.

Ketiga, bau busuk menyengat tercium dari dalam toilet. Bau tersebut menjadi indikasi yang patut diperiksa lebih lanjut, terutama karena fasilitas tersebut merupakan sarana publik yang digunakan masyarakat.

Keempat, toilet khusus perempuan dalam kondisi terkunci atau digembok. Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius: apakah fasilitas tersebut memang tidak difungsikan, atau terdapat persoalan lain yang belum diselesaikan pengelola?

Kelima, tidak terlihat petugas maupun pengelola yang berjaga atau melakukan perawatan ketika pemantauan berlangsung.

Yang membuat kondisi ini semakin mengundang tanda tanya adalah usia fasilitas tersebut.

Bangunan fasilitas umum di kawasan GOR Panatayudha disebut baru selesai dibangun pada 2025. Artinya, fasilitas yang relatif baru tersebut kini sudah menghadapi persoalan pada aspek paling mendasar: air, sanitasi, kebersihan, dan akses pengguna.

Publik pun wajar mempertanyakan bagaimana sistem pengawasan dan pemeliharaan fasilitas tersebut berjalan.

Jika toilet fasilitas publik yang relatif baru saja sudah bermasalah, siapa yang bertanggung jawab terhadap perawatannya?

GOR Panatayudha merupakan fasilitas publik yang berada dalam naungan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Karawang. Karena itu, kondisi tersebut dinilai perlu segera mendapat perhatian dan pemeriksaan dari instansi terkait.

“Fasilitas umum ini sangat vital bagi masyarakat dan pengunjung GOR Panatayudha. Kami mendesak agar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan segera turun tangan melakukan pengecekan ke lokasi dan mengambil tindakan tegas,” ujar Akhmad Muslim dan Ade Balok.

Keduanya menegaskan, pemerintah jangan hanya melakukan perbaikan kosmetik.

Menurut mereka, persoalan harus ditangani dari akar masalah, mulai dari memastikan pasokan air bersih berfungsi, memperbaiki urinoir yang rusak, membersihkan sumber bau, hingga memastikan toilet perempuan dapat digunakan apabila memang diperuntukkan bagi masyarakat.

Tak kalah penting, pemerintah diminta memastikan adanya petugas yang secara khusus bertanggung jawab terhadap kebersihan dan pemeliharaan fasilitas GOR secara berkala.

Sebab, pembangunan fasilitas publik tidak seharusnya berhenti ketika bangunan selesai dan diresmikan.

Setelah dibangun menggunakan anggaran pemerintah yang pada akhirnya bersumber dari uang masyarakat melalui pajak tanggung jawab pemerintah justru berlanjut: memastikan fasilitas tersebut layak, bersih, aman, terawat, dan benar-benar dapat digunakan masyarakat.

“Jangan sampai fasilitas umum yang dibangun dengan uang rakyat justru menjadi monumen pembiaran,” tegas keduanya.

Sorotan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari berdirinya sebuah bangunan atau megahnya fasilitas yang baru selesai dibangun.

Ukuran sebenarnya adalah apakah fasilitas itu masih berfungsi dan memberikan manfaat bagi masyarakat setelah digunakan.

Kini, publik menunggu langkah konkret Pemerintah Kabupaten Karawang, khususnya instansi yang bertanggung jawab atas pengelolaan GOR Panatayudha.

Apakah persoalan toilet tersebut akan segera diperbaiki dan diawasi secara serius, atau kembali dibiarkan hingga kerusakannya semakin parah?

Satu hal yang jelas, uang rakyat bukan hanya untuk membangun. Uang rakyat juga menuntut tanggung jawab untuk merawat.

Penulis: Alim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini