Bumi Mengering, Ratusan Jamaah Tundukkan Kepala: Mohon Hujan, Perbanyak Istighfar

0
Caption: Bumi Mengering, Ratusan Jamaah Tundukkan Kepala: Mohon Hujan, Perbanyak Istighfar

KARAWANG – Ketika sumur mulai mengering, tanaman layu dan debu beterbangan, ratusan warga Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang, memilih menundukkan kepala dan memanjatkan doa. Mereka bersama-sama melaksanakan Shalat Sunnah Istisqa untuk memohon turunnya hujan di tengah kondisi kekeringan yang melanda sejumlah wilayah.

Shalat Istisqa digelar pada Rabu (30/9/2026) dan berlangsung dalam suasana khidmat. Ratusan jamaah mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh kekhusyukan, berharap hujan segera turun dan membawa manfaat bagi kehidupan masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua MUI Kecamatan Purwasari sekaligus khatib, KH. Ayip Bunyamin, S.Si., MM, jajaran Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Purwasari, unsur Pemerintah Kecamatan Purwasari, jajaran kepolisian, serta masyarakat.

Kebersamaan berbagai unsur tersebut menjadi gambaran bahwa persoalan kekeringan bukan hanya menyangkut kebutuhan air, tetapi juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk memperkuat kebersamaan dan kepedulian.

“Kita Datang untuk Menundukkan Kepala”

Dalam khutbahnya, KH. Ayip Bunyamin mengajak jamaah tidak hanya memohon hujan, tetapi juga melakukan introspeksi diri.

Menurutnya, kondisi kekeringan harus menjadi momentum untuk memperbanyak istighfar, bertaubat, meningkatkan amal saleh, dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Kita datang bukan untuk menyombongkan diri, melainkan untuk menundukkan kepala, merendahkan hati, dan mengakui segala kelemahan kita di hadapan Sang Maha Kuasa.”

Ia mengingatkan jamaah bahwa sumur yang mengering, tanaman yang layu, tanah yang kering, dan debu yang beterbangan hendaknya menjadi pengingat agar manusia tidak terlena dan kembali menyadari keterbatasannya sebagai makhluk.

Istighfar, Taubat dan Harapan Turunnya Hujan

KH. Ayip kemudian mengingatkan pentingnya memperbanyak istighfar dan taubat. Ia mengutip firman Allah SWT dalam QS. Nuh ayat 10–12 tentang anjuran memohon ampun kepada Allah SWT dan rahmat-Nya berupa hujan.

“Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu…”

Menurutnya, istighfar tidak boleh sekedar menjadi ucapan yang keluar dari lisan. Istighfar harus diwujudkan melalui perubahan sikap, kesadaran untuk memperbaiki diri, serta meninggalkan berbagai perbuatan yang tidak diridai Allah SWT.

Dari Kekeringan Menuju Kepedulian

Pesan KH. Ayip tidak berhenti pada persoalan hujan. Ia juga mengingatkan jamaah mengenai pentingnya kepedulian sosial, terutama dalam menunaikan zakat dan memperbanyak sedekah.

Ia mengutip hadis Rasulullah ﷺ yang diriwayatkan Ibnu Majah mengenai pentingnya zakat dan kepedulian terhadap sesama.

Jamaah diajak melakukan evaluasi terhadap kehidupan sosial di lingkungan masing-masing. Kewajiban zakat tidak boleh diabaikan, sedekah perlu diperbanyak, dan masyarakat yang membutuhkan harus mendapatkan perhatian.

“Marilah kita perbaiki diri. Keluarkan hak-hak orang miskin, buka pintu sedekah selebar-lebarnya, ulurkan tangan kepada yang membutuhkan, dan penuhi hari-hari kita dengan amal kebaikan,” pesan KH. Ayip.

Bukan Sekedar Meminta Hujan

Shalat Istisqa di Purwasari akhirnya menjadi lebih dari sekedar ritual untuk memohon turunnya hujan.

Di tengah kondisi kekeringan, ratusan jamaah diajak menjadikan keadaan tersebut sebagai momentum muhasabah bersama, memperkuat hubungan dengan Allah SWT sekaligus mempererat kepedulian terhadap sesama.

Doa dan taubat diharapkan berjalan beriringan dengan ikhtiar nyata dalam menghadapi persoalan kekeringan, memenuhi kebutuhan air, serta menjaga lingkungan.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama. Harapan pun dipanjatkan agar Allah SWT segera menurunkan hujan yang membawa manfaat dan keberkahan bagi masyarakat Kecamatan Purwasari dan sekitarnya.

“Semoga Allah SWT mengangkat kesulitan, membasahi bumi yang kering, memberikan keberkahan kepada masyarakat, dan menjadikan momentum ini sebagai jalan untuk semakin dekat kepada-Nya.”

Penulis: Alim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini