
Karawang – Tak semua kisah viral berakhir hanya sebagai lalu lintas media sosial. Sebagian di antaranya mampu mengetuk hati banyak orang dan berubah menjadi aksi nyata yang menghadirkan harapan.
Itulah yang dialami Is Fatul Kasbi, siswa kelas 5 SD, dan Sultan Maulana, siswa kelas 6 SD. Dua bocah asal Desa Kemiri, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang ini mendadak menjadi perbincangan publik setelah kisah perjuangan mereka menuju sekolah tersebar luas di media sosial.
Setiap hari, keduanya harus berjalan kaki sejauh kurang lebih lima kilometer untuk menuntut ilmu di SD Negeri Kemiri II. Di usia yang masih belia, mereka harus melawan terik matahari, debu jalanan, dan rasa lelah demi mengejar cita-cita.
Kisah itu menyentuh hati banyak orang. Bahkan, nama “Sultan” yang identik dengan kemewahan justru berbanding terbalik dengan kenyataan yang dijalaninya. Ironi tersebut semakin mengundang simpati masyarakat dan menjadi topik hangat di berbagai platform media sosial.
Namun, viralnya kisah mereka tidak berhenti sebagai tontonan semata.
Cerita perjuangan Is Fatul dan Sultan ternyata sampai ke telinga H. Abdul Azis, S.E., Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Karawang sekaligus Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Karawang dari Fraksi Partai Golkar.
Tergerak oleh rasa kemanusiaan, Abdul Azis langsung turun ke lapangan melalui gerakan sosial “Berbagi dan Peduli dengan Hati”. Pada Kamis (4/6/2026), ia mendatangi langsung kediaman kedua siswa tersebut untuk menyerahkan bantuan berupa dua unit sepeda dan paket bingkisan.
Senyum bahagia pun tak mampu disembunyikan dari wajah kedua bocah itu. Perjalanan panjang yang selama ini mereka tempuh dengan berjalan kaki kini menjadi jauh lebih ringan.
Suasana haru menyelimuti momen penyerahan bantuan. Orang tua kedua siswa tampak berkaca-kaca saat menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada anak-anak mereka.
Di hadapan Is Fatul dan Sultan, Abdul Azis menyampaikan pesan yang penuh motivasi.
“Semoga dengan adanya sepeda ini, adik-adik bisa lebih rajin, giat belajar, dan semakin semangat. Jangan pernah takut bermimpi, capailah cita-cita setinggi langit,” ujarnya.
Bagi Abdul Azis, bantuan tersebut bukan sekedar pemberian, melainkan bentuk kepedulian yang lahir dari panggilan hati. Ia menegaskan bahwa jabatan dan amanah yang diemban harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami hadir di sini atas dasar peduli hati dan rasa kasih sayang. Sebagai anggota DPRD, kami harus selalu diingatkan untuk bekerja dengan hati,” tuturnya.
Aksi sosial tersebut turut didampingi Ketua PAC Pemuda Pancasila Rengasdengklok, M. Jaja Sunarja, beserta jajaran pengurus. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa kepedulian sosial dapat diwujudkan melalui kerja nyata, bukan sekedar slogan.
M. Jaja Sunarja mengaku bangga dengan kepemimpinan H. Abdul Azis yang dinilainya selalu responsif terhadap persoalan masyarakat. Ia berharap semangat kepedulian tersebut terus tumbuh dan menjadikan Pemuda Pancasila sebagai organisasi yang semakin humanis, berwibawa, dan dicintai masyarakat.
Kini, jalan sepanjang lima kilometer yang dulu terasa berat bagi Is Fatul dan Sultan telah berubah menjadi jalan menuju harapan. Sebab terkadang, satu kisah sederhana tentang perjuangan anak-anak mengejar pendidikan mampu menggerakkan banyak hati untuk berbuat kebaikan.

