
Karawang – Di tengah padatnya tanggung jawab sebagai Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menyempatkan diri menghadiri sebuah silaturahmi yang sarat makna. Bukan rapat kabinet, bukan pula agenda kenegaraan, melainkan kunjungan ke Pondok Pesantren Al-Baghdadi untuk menemui guru yang selama ini mendoakan dan membimbingnya, Abah KH. Junaedi Al-Baghdadi atau yang akrab disapa Abah Romo.
Kunjungan yang berlangsung pada Sabtu (11/7/2026) malam itu menyita perhatian ratusan jemaah Dzikir Manakib yang telah memadati area pondok pesantren. Suasana haru dan penuh kekeluargaan begitu terasa saat Menteri Keuangan hadir bukan sebagai pejabat negara, melainkan sebagai seorang murid yang datang untuk menghormati gurunya.
Di hadapan para jemaah, Abah Romo mengungkapkan bahwa Purbaya Yudhi Sadewa telah lama menjalin silaturahmi dengannya, bahkan jauh sebelum dipercaya memegang jabatan sebagai Menteri Keuangan. Menurutnya, Purbaya kerap datang memohon doa restu agar diberikan kemudahan dalam menjalani perjalanan hidup dan pengabdiannya.
Abah Romo pun mengungkapkan bahwa dirinya pernah secara khusus mendoakan agar muridnya tersebut suatu hari memperoleh amanah besar sebagai menteri.
“Saya sering mendoakan beliau agar suatu saat diberi amanah menjadi menteri. Alhamdulillah, atas izin Allah SWT doa tersebut dikabulkan. Semoga beliau selalu diberikan kesehatan, kekuatan, serta istiqamah dalam mengemban tugas untuk kepentingan bangsa dan negara,” ujar Abah KH. Junaedi Al-Baghdadi.
Pernyataan tersebut disambut rasa syukur para jemaah yang hadir. Mereka turut memanjatkan doa agar Menteri Keuangan senantiasa diberikan kesehatan, kemudahan, dan kekuatan dalam menjalankan amanah untuk kepentingan bangsa dan negara.
Silaturahmi itu menjadi pengingat bahwa jabatan tinggi tidak harus memutus ikatan seorang murid dengan gurunya. Justru di tengah besarnya tanggung jawab sebagai pejabat negara, nilai-nilai adab, penghormatan kepada ulama, serta tradisi memohon doa restu tetap dijaga.
Momen tersebut juga menyampaikan pesan bahwa keberhasilan tidak hanya dibangun melalui kerja keras dan kemampuan, tetapi juga melalui doa, bimbingan, serta restu dari para guru. Hubungan yang terus terjalin antara Abah KH. Junaedi Al-Baghdadi dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjadi teladan tentang pentingnya menjaga silaturahmi, menghormati guru, dan tidak melupakan sosok yang turut mengiringi perjalanan menuju pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Penulis: Dedi MK

