Dugaan Penyimpangan Teknis di Proyek Pemagaran TPU Pasirawi: Aktivis GMBI Bongkar Pola Kerja yang Dinilai Menyalahi Standar

0
Caption: Dugaan Penyimpangan Teknis di Proyek Pemagaran TPU Pasirawi: Aktivis GMBI Bongkar Pola Kerja yang Dinilai Menyalahi Standar

Karawang – Dugaan ketidaksesuaian mekanisme teknis dalam proyek pemagaran Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Pasirawi, Kecamatan Rawamerta, kembali menjadi sorotan publik. Peninjauan langsung yang dilakukan Ketua LSM GMBI KSM Rawamerta, Jajat Sudrajat atau Oblang, membuka dugaan kuat bahwa pelaksanaan konstruksi tidak berjalan sesuai standar teknis yang ditetapkan pemerintah.

Proyek yang tercantum dalam papan kegiatan milik Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta dibiayai APBD Kabupaten Karawang itu kini dipertanyakan kualitas dan cara kerjanya. Dalam inspeksi lapangan pada Minggu (23/11/2025), Oblang menyoroti secara tajam proses pemasangan batu dan adukan pada pekerjaan turap yang dinilai tidak mengikuti ketentuan dasar konstruksi.

“Batu itu berapa pun jumlahnya harus diaduk dulu. Kenapa sekarang batunya dipasang dulu, lalu langsung ditimpa adukan?” tegasnya dengan nada kritis. Ia menilai metode tersebut tidak hanya berpotensi menurunkan kualitas bangunan, tetapi juga berisiko melanggar RAB serta spesifikasi teknis yang sudah disepakati.

Oblang menambahkan, sebagai bagian dari lembaga sosial kontrol, pihaknya keberatan apabila pengerjaan fisik justru menyimpang dari juklak dan juknis resmi. “Harapan saya pembangunan itu sesuai perencanaan, sesuai RAB, sesuai juklak dan juknis. Jangan sampai anggaran negara dipakai tapi hasilnya tidak maksimal,” ujarnya.

Proyek pemagaran yang dikerjakan oleh CV Cariu Indah tersebut diinformasikan masih berjalan. Namun, temuan di lapangan yang memicu kritik masyarakat dan aktivis mempertegas kekhawatiran publik soal lemahnya pengawasan teknis.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana maupun instansi terkait belum memberikan klarifikasi resmi. Publik mendesak pemerintah daerah untuk turun tangan memastikan pengerjaan sesuai standar dan tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat, terutama karena proyek ini menggunakan uang negara.

Jika dugaan penyimpangan teknis benar terjadi, proyek pemagaran TPU Pasirawi berpotensi menjadi contoh buruk dari minimnya kualitas pembangunan yang justru harusnya memberikan rasa aman bagi masyarakat. Publik kini menunggu transparansi dan langkah tegas dari pihak berwenang.

Penulis: Alim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini