
Karawang — Di tengah meningkatnya isu ketahanan pangan nasional, FIFGROUP Cabang Karawang mengambil langkah konkret dengan menghadirkan program Corporate Social Responsibility (CSR) berupa pembangunan Rumah Pembibitan (Green House) di SMKN 1 Rengasdengklok. Kegiatan yang digelar Selasa pagi (18/11/2025) ini langsung menyita perhatian publik karena menyasar pelajar sebagai garda terdepan dalam edukasi urban farming.
Program CSR dipimpin oleh Branch Head FIFGROUP, Aldicel Yastrilova, melalui Region Support Warehouse Head Cabang Karawang, Marjulis, dan diikuti ratusan siswa serta seluruh tenaga pendidik. Kepala Sekolah SMKN 1 Rengasdengklok, Deni Iskandar, S.Pd, turut hadir sekaligus memberikan dukungan penuh.
Green House untuk Pangan Bergizi dan Edukasi Modern
Rumah pembibitan ini dirancang sebagai sarana praktik urban farming sekaligus memperkenalkan konsep B2SA (Bergizi, Beragam, Seimbang, dan Aman) kepada siswa. Diharapkan, proyek ini mampu memberikan dampak langsung terhadap pola pikir generasi muda terkait pangan sehat dan cara mengelolanya.
Kepala sekolah, Deni Iskandar, menyampaikan apresiasi mendalam. “Alhamdulillah, program ini sangat bermanfaat bagi sekolah kami. Terima kasih kepada FIFGROUP yang telah mendukung program pemerintah terkait ketahanan pangan. Ini langkah nyata yang kami butuhkan,” ujarnya.
Pelajar Dibekali Ilmu Perawatan Green House
Dalam pantauan tim liputan, kegiatan juga diisi dengan pembekalan teknis perawatan Green House yang disampaikan oleh M. Ali Bin Tawar. Para siswa diberikan pelajaran langsung mengenai teknik pembibitan, pengaturan kelembapan, serta perawatan tanaman agar fasilitas tersebut dapat digunakan secara berkelanjutan.
Tidak hanya itu, tim FIFGROUP, Eka, Diman, dan Ica, juga melakukan pengisian Lembar Usulan Program (LUP) Rumah Pembibitan sebagai bagian dari implementasi teknis lapangan.
FIFGROUP Tekankan SDGs dan ESG
Melalui pernyataan resminya, Marjulis menegaskan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen FIFGROUP terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) dan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG).
“Pembekalan, praktik pembibitan, penanaman hingga panen dapat digunakan berulang dan memberi manfaat jangka panjang bagi pihak sekolah. Ini bagian dari kontribusi kami untuk membangun generasi sadar pangan,” ungkapnya.
Ia berharap program CSR ini tidak berhenti pada seremoni, melainkan terus berkembang dan memberi dampak nyata bagi seluruh warga sekolah.
“Semoga kegiatan ini terus berjalan dan membawa manfaat nyata,” pungkas Marjulis.
Penulis: Alim

