
Karawang — Penataan pedagang di kawasan Portal dan lahan PJKA (Pasar Lama) kembali memicu kegaduhan publik. Jaringan Masyarakat Peduli Pembangunan (JMPP) secara terang-terangan menuding Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta Tim Koordinasi Kerja Sama Daerah (TKKSD) Kabupaten Karawang gagal total menertibkan pedagang liar pasca relokasi pasar Rengasdengklok lama.
Koordinator JMPP, Nana Satria Permana, bahkan menyebut pemerintah hanya sibuk rapat tanpa hasil konkret. “Sudah cukup drama rapat-rapat kosong itu. Tiap tahun alasannya koordinasi, tapi tidak ada hasil. Rengasdengklok ini bukan panggung sandiwara Disperindag. Kalau tidak berani menertibkan, mundur saja dari jabatan!” tegas Nana, Selasa (18/11/2025).
Pedagang Liar Menjamur, Pengawasan Dianggap Lumpuh
Menurut JMPP, kondisi di kawasan Portal dan lahan PJKA kian memprihatinkan. Pedagang liar kembali bermunculan tanpa kendali meskipun sudah berkali-kali diperingatkan.
Nana menyebut pemerintah seolah takut mengambil tindakan tegas. “Yang lebih parah, pemerintah terkesan takut menghadapi pedagang liar. Ada apa di balik pembiaran ini? Apakah ada pihak-pihak yang bermain? Publik berhak tahu!”
Hasil pemantauan JMPP menunjukkan hampir tidak ada pengawasan nyata di lapangan. Pedagang resmi yang telah direlokasi justru menjadi korban. “Lapangan dibiarkan liar tanpa kontrol. Sementara pedagang resmi malah dirugikan. Ini ketidakadilan yang dipelihara.”
Pemkab Karawang: Masih Menunggu Rapat Koordinasi
Sementara itu, Pemkab Karawang melalui Plt. Kepala Disperindag, Eka Sananta, menyatakan bahwa pihaknya tengah menyiapkan rapat koordinasi dengan TKKSD untuk membahas penataan kawasan Portal dan lahan PJKA.
Kasatpol PP Karawang, Basuki Rahmat, mengaku siap melakukan penertiban kapan pun. Namun ia menegaskan bahwa masalah terbesar bukan eksekusi, melainkan tindak lanjut setelahnya. “Satpol PP siap menertibkan dalam waktu sejam pun beres. Tapi persoalan utama itu pascapenertiban. Jangan sampai pedagang dibiarkan kembali gentayangan.”
Basuki berharap rapat koordinasi segera digelar agar tindakan nyata bisa dilakukan dalam 1–2 minggu ke depan.
JMPP Keluarkan Ultimatum: Tenggat Sampai Akhir November
Kesabaran JMPP habis. Mereka memberikan batas waktu hingga akhir November kepada Disperindag dan TKKSD untuk mengeksekusi penertiban secara nyata. “Kami tidak mau lagi mendengar kata ‘rapat koordinasi’. Cukup. Kalau tidak ada tindakan, JMPP akan turun langsung bersama warga dan membawa masalah ini ke DPRD dan Inspektorat.”
Nana menyebut situasi sosial masyarakat semakin panas. Ketidaktegasan pemerintah memicu gesekan antar pedagang. “Yang tertib jadi korban, yang liar malah dibiarkan. Ini kebijakan absurd. Pemkab jangan cuma jadi penonton di tengah kekacauan yang mereka biarkan sendiri.”
Kawasan Portal & Pasar Lama Semrawut: Wajah Kota Tercoreng
Kawasan Portal dan Pasar Lama, yang seharusnya menjadi ruang publik dan jalur lalu lintas, kini berubah menjadi zona kumuh. Macet, tumpukan barang dagangan, dan lapak liar mendominasi pemandangan.
“Rengasdengklok ini pintu utara Karawang. Tapi yang terlihat sekarang kumuh dan kacau. Pemerintah jangan tutup mata. Kalau tidak mampu, biar rakyat yang bersuara!” tutup Nana.
Penulis: Alim

