H. Darwis Konsisten Rawat Tugu Kebulatan Tekad Rengasdengklok, Dari Kumuh Kini Jadi Kebanggaan

0
Caption: H. Darwis Konsisten Rawat Tugu Kebulatan Tekad Rengasdengklok, Dari Kumuh Kini Jadi Kebanggaan

KARAWANG — Kepedulian terhadap sejarah perjuangan kemerdekaan kembali ditunjukkan H. Darwis, Ketua Umum Paguyuban Tugu Kebulatan Tekad Rengasdengklok. Setiap menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, ia menyempatkan diri melakukan pengecatan sekaligus perawatan Tugu Kebulatan Tekad.

Pada momentum 2026 ini, kepedulian tersebut kembali diwujudkan. H. Darwis bersama Paguyuban Tugu Kebulatan Tekad terus melakukan pembenahan terhadap kawasan tugu yang dinilai sebelumnya kurang terawat.

Menurut H. Darwis, merawat peninggalan sejarah bukan sekedar memperbaiki bangunan, tetapi merupakan bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pendahulu yang telah berjuang merebut kemerdekaan Indonesia.

“Kapan lagi kita bisa merawat, memelihara dan melestarikan? Orang tua kita dulu berjuang untuk merebut kemerdekaan. Masa kita yang menjadi penerus tidak bisa merawatnya,” ujar H. Darwis, Rabu (30/9/2026).

Ia mengatakan, kondisi kawasan yang sebelumnya becek dan berlumpur secara bertahap dibenahi. Salah satu pembenahan dilakukan dengan pemasangan keramik sekitar 120 meter serta pengurugan menggunakan kurang lebih 12 mobil bak mini.

Langkah tersebut dilakukan agar kawasan sekitar tugu tidak lagi menjadi kubangan lumpur dan lebih nyaman bagi masyarakat maupun pengunjung.

“Dari kubangan lumpur kemudian kita keramik sekitar 120 meter dan dilakukan pengurugan. Alhamdulillah sekarang tidak becek lagi. Semoga apa yang kita tanam hari ini nantinya mendapatkan hasil yang baik,” ungkapnya.

Fasilitas Umum Mulai Dilengkapi

Selain pembenahan kawasan tugu, perhatian juga diarahkan terhadap kebutuhan masyarakat yang datang berkunjung. Melalui dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) Rumah Sakit Hastien, fasilitas berupa musholla, tempat wudu dan MCK berhasil direalisasikan.

Fasilitas tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat dan para pengunjung yang datang ke kawasan Tugu Kebulatan Tekad.

Paguyuban Tugu Kebulatan Tekad menyampaikan apresiasi kepada pihak Rumah Sakit Hastien atas dukungan tersebut.

Bagi H. Darwis, keberadaan fasilitas umum di kawasan bersejarah merupakan bagian penting dari upaya menjadikan tempat tersebut tidak hanya memiliki nilai sejarah, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Paguyuban Disebut Resmi dan Terdaftar

H. Darwis juga menjelaskan bahwa Paguyuban Tugu Kebulatan Tekad telah memiliki legalitas organisasi dan berkedudukan di wilayah RT 05/RW 02, Desa Makmurjaya, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang.

Ia menyebut paguyuban tersebut telah terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM serta tercatat pada instansi terkait. Sekretariat paguyuban hingga kini masih berada di lokasi yang sama.

Menurutnya, keberadaan organisasi tersebut menjadi wadah bagi anak bangsa yang memiliki kepedulian terhadap sejarah perjuangan kemerdekaan.

Dedikasi Tanpa Berorientasi Kepentingan Pribadi

H. Darwis menegaskan bahwa berbagai kegiatan yang dilakukan paguyuban semata-mata didorong kepedulian terhadap sejarah dan kepentingan masyarakat.

Ia menyebut pihaknya tidak menerima gaji dari pemerintah dalam menjalankan kegiatan tersebut. Berbagai pembenahan dilakukan melalui kepedulian, swadaya, maupun dukungan dari pihak-pihak yang bersedia membantu.

“Kita sebagai anak bangsa wajib memelihara, merawat dan melestarikan. Walaupun kita memiliki SK dan membantu di sana, kita tidak digaji pemerintah. Kita juga tidak pernah merugikan siapa pun dan tidak pernah merusak aset negara maupun fasilitas umum,” tegasnya.

Ia menambahkan, berbagai pengajuan untuk pembangunan fasilitas pendukung juga telah dilakukan, termasuk pengajuan paving block dan sejumlah fasilitas lainnya.

“Yang tadinya kumuh, sedikit demi sedikit kita benahi supaya menjadi lebih baik. Ketika ada bagian yang terkelupas, kita perbaiki kembali. Semua ini untuk kepentingan umum,” katanya.

Upaya tersebut menjadi gambaran bahwa pelestarian sejarah tidak selalu harus menunggu program pemerintah. Kepedulian masyarakat, menurut H. Darwis, juga dapat menjadi bagian penting dalam menjaga warisan sejarah agar tetap terawat dan dapat dikenang oleh generasi penerus.

Tugu Kebulatan Tekad Rengasdengklok pun diharapkan tidak hanya menjadi simbol sejarah, tetapi juga menjadi ruang edukasi bagi generasi muda untuk mengenal dan menghargai perjuangan para pendahulu bangsa.

Penulis: Alim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini