Hebat! Berawal dari Iuran Aparatur Rp25 Ribu, Desa Purwadana Berhasil Salurkan Beasiswa untuk 250 Anak Kurang Mampu

0

Karawang – Di tengah berbagai tantangan pembiayaan pendidikan, Pemerintah Desa Purwadana, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, menghadirkan sebuah program yang layak menjadi perhatian. Berawal dari iuran sukarela aparatur desa yang nilainya hanya Rp25 ribu hingga Rp50 ribu per bulan, program beasiswa bagi anak yatim piatu dan keluarga kurang mampu kini mampu menjangkau ratusan penerima setiap tahun.

Program yang telah berjalan sejak 2016 tersebut menjadi salah satu bentuk nyata komitmen Pemerintah Desa Purwadana dalam mendukung pendidikan. Pendanaannya berasal dari Pendapatan Asli Desa (PADes), gotong royong aparatur desa, serta dukungan perusahaan dan masyarakat yang menjadi donatur.

Komitmen itu kembali diwujudkan melalui penyaluran beasiswa di Aula Kantor Desa Purwadana, Jumat (31/7/2026). Sebanyak 250 siswa menerima bantuan pendidikan masing-masing Rp300 ribu, dengan total anggaran mencapai Rp75 juta untuk periode Januari hingga Juni 2026.

Sekretaris Desa Purwadana, Abdul Haris Musowiru, mengatakan keberhasilan program tersebut tidak lepas dari kepedulian seluruh unsur pemerintahan desa yang secara sukarela menyisihkan sebagian penghasilannya setiap bulan.

“Iuran ini sifatnya sukarela. Ada yang menyumbang Rp25 ribu, Rp50 ribu, bahkan ada yang lebih kecil. Tidak ada target nominal. Selain itu kami juga menerima bantuan dari perusahaan dan masyarakat yang menjadi donatur,” ujarnya.

Ia menjelaskan, seluruh unsur pemerintahan desa ikut terlibat, mulai dari Kepala Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat desa, LPM, Karang Taruna, hingga Ketua RT dan RW.

Program tersebut sempat terhenti selama pandemi COVID-19 pada 2019–2020 karena banyak donatur terdampak kondisi ekonomi. Namun pada 2021 program kembali berjalan dengan sekitar 168 penerima. Kini, jumlah penerima meningkat menjadi 250 siswa yang terdiri dari 212 siswa SD/MI, 36 siswa SMP, dan dua siswa berkebutuhan khusus (SLB) dari sekitar 10 sekolah di Desa Purwadana dan wilayah sekitarnya.

Penetapan penerima dilakukan melalui musyawarah desa berdasarkan usulan masyarakat dengan prioritas anak yatim piatu dan keluarga kurang mampu. Siswa yang bersekolah di luar Desa Purwadana tetap dapat menerima bantuan selama berdomisili di Desa Purwadana dan memenuhi persyaratan.

Tak hanya fokus pada beasiswa, Pemerintah Desa Purwadana juga memiliki program “Satu RT Satu Sarjana” melalui kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di Kabupaten Karawang, seperti STIE, Universitas Rosma, dan Universitas Muhammadiyah Karawang. Program tersebut bertujuan memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat maupun aparatur desa.

Selain itu, Kepala Desa Purwadana, E. Heryana, SH., MH., turut memberikan bantuan pribadi sebagai bentuk apresiasi kepada sekolah dan para guru. Atas komitmennya dalam memajukan pendidikan, ia juga menerima penghargaan sebagai Tokoh Pendidikan Inspiratif Kabupaten Karawang dari Universitas Teknologi Usindo.

Abdul Haris berharap program beasiswa yang telah berjalan hampir satu dekade itu terus mendapat dukungan sehingga semakin banyak anak yang terbantu.

“Kami berharap program ini terus berjalan dan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak. Walaupun sekolah sudah banyak yang gratis, masih ada kebutuhan lain seperti perlengkapan belajar dan biaya penunjang yang harus dipenuhi orang tua.”

Ia juga mengingatkan agar bantuan dimanfaatkan sepenuhnya untuk kebutuhan pendidikan.

“Gunakan bantuan ini sebaik-baiknya untuk kebutuhan pendidikan anak. Jangan dipakai untuk keperluan lain, karena pendidikan merupakan investasi bagi masa depan mereka,” pungkasnya.

Penulis: Alim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini