KARAWANG — Peringatan Hari Jadi ke-393 Kabupaten Karawang tidak sekedar menjadi seremoni tahunan. Di tengah tuntutan pembangunan dan keterbatasan fiskal daerah, Pemerintah Kabupaten Karawang menegaskan arah baru pembangunan dengan mengusung semangat Karawang MOTEKAR: Maju, Optimis, Tangguh, Efektif, Kolaboratif, Adaptif, dan Responsif.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh dalam Rapat Paripurna Istimewa Peringatan Hari Jadi ke-393 Kabupaten Karawang yang digelar di Ruang Rapat Paripurna Gedung DPRD Kabupaten Karawang, Senin (14/9/2026).
Di hadapan jajaran DPRD dan para tamu undangan, Aep menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus melakukan transformasi pembangunan tanpa menjadikan keterbatasan anggaran sebagai alasan untuk menghentikan program pembangunan.
Menurutnya, strategi yang ditempuh adalah melakukan efisiensi anggaran sekaligus memangkas birokrasi agar lebih sederhana dan diarahkan pada kegiatan yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
“393 tahun merupakan proses panjang yang tidak akan pernah selesai, Karawang akan terus berbenah diri. Dengan kemandirian fiskal murni, kami tidak ingin menghentikan pembangunan, tapi kami bertransformasi, kami rubah birokrasi menjadi padat karya dan lebih ringkas tanpa menambah beban anggaran,” ujar Aep.
Dari Wajah Kota hingga Jalan Desa
Aep menyebut, salah satu fokus pemerintah daerah saat ini adalah melakukan penataan wajah Karawang sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan hingga ke tingkat desa.
Sejumlah agenda yang menjadi perhatian antara lain rekonstruksi jalan, penataan akses menuju Pintu Tol Karawang Barat dan Karawang Timur, hingga penertiban bangunan liar di sejumlah kawasan strategis seperti Rengasdengklok dan Cikampek.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk membangun kawasan yang tidak hanya memiliki konektivitas baik, tetapi juga lebih tertata dan representatif.
Tak hanya infrastruktur, sektor pendidikan juga menjadi salah satu program yang diklaim terus digenjot Pemkab Karawang.
Aep menyampaikan, sepanjang pelaksanaan program pemerintah daerah, sebanyak 660 ruang kelas telah direnovasi, sementara 121 unit sekolah baru telah dibangun.
Pemkab Karawang juga menyediakan modul belajar gratis bagi siswa tingkat SD dan SMP yang tersebar di 943 sekolah.
Sementara melalui Program Karawang Cerdas, pemerintah telah menyalurkan beasiswa kepada 11.775 siswa, mulai dari jenjang SD hingga perguruan tinggi pada 2025. Program tersebut, kata Aep, akan kembali ditingkatkan pada 2026.
UHC 98,30 Persen hingga Bantuan untuk Nelayan
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Aep turut memaparkan sejumlah capaian pembangunan manusia dan program perlindungan sosial masyarakat.
Salah satunya adalah cakupan Universal Health Coverage (UHC) yang disebut tetap terjaga pada angka 98,30 persen.
Pemkab Karawang juga menjalankan berbagai program di sektor pertanian dan kelautan, mulai dari penyaluran bantuan benih gratis, perbaikan irigasi usaha tani, hingga kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi para nelayan.
Berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memastikan pembangunan tidak hanya terlihat dari proyek fisik, tetapi juga berdampak terhadap kualitas hidup masyarakat.
Dedi Mulyadi Soroti Infrastruktur Karawang
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan apresiasi terhadap sejumlah langkah Pemkab Karawang, khususnya dalam penataan akses tol Karawang Timur dan Karawang Barat serta penertiban kawasan Cikampek.
Dedi menegaskan Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga menyiapkan dukungan terhadap pembangunan infrastruktur strategis di Karawang pada 2027.
Dukungan tersebut mencakup pelebaran jalan, pembenahan trotoar, serta pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU), khususnya di jalur Rengasdengklok-Batujaya.
“Ke depan tahun 2027, Jalan Proklamasi terus Rengasdengklok dan Batujaya akan kita lebarkan, kita rapikan, akan kita pasang sebagian trotoar dan juga PJU,” kata Dedi.
Tak berhenti di kawasan utara Karawang, Dedi juga menyampaikan rencana penguatan konektivitas menuju wilayah selatan Jawa Barat.
Salah satunya adalah konektivitas jalur Puncak 2, Loji, Kutamanah, Kutatandingan hingga nantinya terhubung ke wilayah Cianjur.
Menurut Dedi, pembangunan konektivitas tersebut diharapkan dapat membuka akses dan memperkuat hubungan antarwilayah di Jawa Barat.
393 Tahun Karawang, Tantangan Belum Selesai
Momentum Hari Jadi ke-393 Karawang akhirnya ditutup dengan pesan agar peringatan tersebut tidak berhenti sebagai seremoni.
Bagi pemerintah daerah, usia 393 tahun harus menjadi refleksi sekaligus pijakan untuk mempercepat pembenahan berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat.
Dedi Mulyadi pun menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan agar momentum tersebut menjadi energi baru bagi seluruh elemen masyarakat dalam membangun Karawang.
“Saya ucapkan terima kasih. Semoga di Hari Jadi ini menjadi semangat bagi kita semua untuk membangun Kabupaten Karawang, tandang makalangan,” tutupnya.
Di balik tema Karawang MOTEKAR, tantangan pembangunan Karawang masih panjang. Efisiensi anggaran, pemerataan infrastruktur, kualitas pendidikan, penataan kawasan hingga konektivitas antar wilayah kini menjadi pekerjaan yang harus dibuktikan, bukan sekedar dijanjikan.
Sebab, memasuki usia 393 tahun, masyarakat tentu tidak hanya membutuhkan perayaan, tetapi juga hasil pembangunan yang benar-benar terasa hingga ke tingkat paling bawah.
Penulis: Alim


