Karawang – Komitmen keterbukaan informasi dan sinergi dengan insan pers ditegaskan oleh Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Karawang. Melalui Kasubsi Intelijen Keimigrasian, Wisnu Yudhoyono, pihak imigrasi menyatakan siap membangun komunikasi yang lebih intens dan kolaboratif dengan media dalam rangka pertukaran informasi serta edukasi kepada masyarakat.
Menurut Wisnu, media memiliki peran strategis sebagai jembatan informasi antara pemerintah dan publik. Karena itu, Kantor Imigrasi Karawang tidak ingin menutup diri terhadap berbagai informasi maupun masukan yang datang dari kalangan jurnalis.
“Imigrasi kita terbuka. Untuk segala informasi, kita siap berkolaborasi dan bersinergi dengan teman-teman media. Kalau memang ada informasi yang perlu disampaikan, silahkan komunikasikan kepada kami. Kita tidak menutup diri,” ujar Wisnu, Kamis (4/6/2026).
Pernyataan tersebut menjadi sinyal positif di tengah meningkatnya tuntutan transparansi publik terhadap berbagai instansi pemerintah. Wisnu menilai hubungan yang baik antara media dan lembaga negara akan menciptakan ekosistem informasi yang sehat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ia berharap komunikasi antara Kantor Imigrasi Karawang dan para jurnalis tidak hanya terjalin saat terjadi persoalan atau pemberitaan tertentu, melainkan berlangsung secara berkelanjutan sebagai bagian dari kemitraan strategis.
“Harapannya, Kantor Imigrasi dan teman-teman media terus berkomunikasi secara intens. Kita bisa bertukar informasi, bertukar pandangan, dan saling mengedukasi. Itu yang paling penting,” tegasnya.
Wisnu juga menekankan bahwa kolaborasi tersebut bukan sekedar untuk kepentingan publikasi kegiatan instansi, melainkan sebagai upaya bersama dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait keimigrasian, termasuk aturan perjalanan internasional, pembuatan paspor, pengawasan orang asing, hingga pencegahan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Dengan keterbukaan yang ditunjukkan Kantor Imigrasi Karawang, publik berharap hubungan harmonis antara pemerintah dan media dapat terus terjaga. Sebab, transparansi dan komunikasi yang baik merupakan salah satu kunci membangun kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik.
Di tengah berbagai kritik terhadap sejumlah lembaga yang kerap dianggap sulit diakses oleh wartawan, langkah Imigrasi Karawang yang mengajak media untuk duduk bersama, bertukar informasi, dan saling mengedukasi dinilai sebagai contoh positif yang patut diapresiasi.
“Kami tidak menutup diri. Justru kami ingin terus berkomunikasi dan berkolaborasi dengan media demi memberikan informasi yang benar dan edukatif kepada masyarakat,” pungkas Wisnu Yudhoyono.


