Jenazah Diduga Terjatuh di RS Lira Medika, Keluarga Syok Lihat Darah di Kepala: Publik Pertanyakan SOP Rumah Sakit

0
Caption: Jenazah Diduga Terjatuh di RS Lira Medika, Keluarga Syok Lihat Darah di Kepala: Publik Pertanyakan SOP Rumah Sakit

Karawang — Tangis dan kekecewaan keluarga pecah setelah jenazah Warma bin H. Kanta diduga terjatuh saat dipindahkan dari ruang IGD menuju kamar jenazah di RS Lira Medika. Insiden yang disebut terjadi di dalam area unit keperawatan IGD itu kini memantik sorotan tajam publik terhadap standar pelayanan dan SOP rumah sakit.

Peristiwa tersebut diungkap langsung oleh pihak keluarga saat mendatangi rumah sakit untuk meminta penjelasan resmi terkait dugaan keteledoran petugas.

Ujang Karnadi, perwakilan keluarga asal Desa Purwajaya, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang, menegaskan bahwa keluarga datang bukan untuk mencari keributan ataupun memperpanjang masalah. Namun mereka merasa terpukul karena di tengah suasana duka, justru menyaksikan kondisi yang dinilai tidak manusiawi terhadap jenazah anggota keluarganya sendiri.

“Kami ikhlas soal kematian. Itu takdir Allah. Tapi kami syok dengan cara penanganannya,” ujar Ujang saat menyampaikan pengaduan kepada pihak rumah sakit, Kamis (21/5/2026).

Menurut penuturan keluarga, Warma meninggal dunia pada Sabtu, 16 Mei 2026 sekitar pukul 11.30 WIB di ruang IGD. Saat itu keluarga berada di lokasi bersama istri dan kerabat lain ketika jenazah hendak dipindahkan menggunakan brankar menuju kamar jenazah.

Namun di tengah proses pemindahan itulah insiden diduga terjadi.

“Pas dipindahkan, jenazah jatuh. Keluarga saya lihat sendiri ada darah di bagian kepala belakang,” ungkapnya.

Keluarga mempertanyakan bagaimana proses pemindahan jenazah bisa dilakukan tanpa pengamanan maksimal. Terlebih, almarhum bukan korban kecelakaan, melainkan pasien sakit yang baru dinyatakan meninggal dunia.

“Kalau memang petugas merasa tidak kuat, kenapa tidak meminta bantuan keluarga? Kenapa dipaksakan?” kata Ujang.

Yang membuat keluarga semakin terpukul, insiden tersebut disebut terjadi di area dalam unit keperawatan IGD dan disaksikan sejumlah orang. Bahkan menurut keluarga, petugas keamanan sempat mengakui bahwa jenazah memang terjatuh.

“Security juga bilang, ‘Pak ini jatuh’. Jadi bukan kami mengada-ada,” tegasnya.

Pihak keluarga mengaku tidak memiliki dokumentasi foto saat kejadian di ruang IGD maupun kamar jenazah. Namun mereka menyebut masih menyimpan dokumentasi saat proses pemakaman, termasuk dugaan bercak darah yang terlihat setelah jenazah dipocongkan.

“Kalau saya punya foto di ruang IGD dan di kamar jenazah, mungkin pihak rumah sakit dan orang-orang akan lebih kaget lihat darahnya,” ucap Ujang.

Meski kecewa, keluarga menegaskan tidak ingin mencari keuntungan ataupun membuat kegaduhan. Mereka hanya meminta penjelasan resmi dan itikad baik dari pihak rumah sakit maupun petugas yang menangani pemindahan jenazah.

“Kami orang kecil. Bukan mau cari uang atau bikin ramai rumah sakit. Kami cuma takut kejadian begini terulang ke keluarga lain,” katanya.

Keluarga juga mendesak agar rekaman CCTV di ruang IGD dibuka guna memperjelas kronologi insiden tersebut.

“Kalau memang ada CCTV, buka saja. Supaya jelas siapa yang salah dan bagaimana kejadiannya,” ujarnya.

RS Lira Medika Janji Lakukan Penelusuran

Menanggapi keluhan keluarga, Dhea Aurel selaku staf humas customer service RS Lira Medika menyampaikan permohonan maaf dan memastikan pihak rumah sakit akan melakukan penelusuran internal.

“Kami akan telusuri dulu kronologi kejadian sebenarnya, apakah memang ada keteledoran atau hal lain,” ujarnya kepada pihak keluarga dan media yang mendampingi.

Pihak rumah sakit juga menyatakan akan menghubungi keluarga kembali setelah proses penelusuran selesai dilakukan.

Namun hingga kini, belum ada keterangan resmi terbuka dari manajemen RS Lira Medika kepada publik terkait dugaan insiden jatuhnya jenazah tersebut.

Kasus ini pun mulai memantik reaksi masyarakat luas. Banyak warga mempertanyakan standar operasional prosedur (SOP) rumah sakit, terutama dalam penanganan pasien meninggal dunia.

“Kalau jenazah saja bisa jatuh di ruang IGD, bagaimana pengawasan dan SOP-nya?” ujar seorang warga.

Sorotan publik kini tertuju pada langkah RS Lira Medika: apakah akan membuka fakta secara transparan atau justru membiarkan polemik ini terus bergulir di tengah masyarakat.

Penulis: Alim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini