
Karawang — Nasib pilu dialami Salmah (49), warga Dusun Ciagem, Desa Jayamakmur, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Perempuan kelahiran Karawang, 1 Juli 1976 itu mengaku mengalami penderitaan berat selama bekerja sebagai tenaga kerja wanita (TKW) di Irak.
Salmah berangkat ke luar negeri pada 29 Oktober 2025 melalui penyalur yang disebut-sebut bernama PT Elang, dengan sponsor pertama Agus yang beralamat di Ciracas dan sponsor kedua Aisyah dari wilayah Kecamatan Pedes, Karawang.
Namun alih-alih mendapat pekerjaan layak, Salmah justru mengaku mengalami serangkaian perlakuan tidak manusiawi.
“Saya sudah enam kali ganti majikan. Majikan pertama saya mukul saya terus,” ungkap Salmah dalam pengakuannya, Kamis (5/3/2026).
Tak berhenti di situ, Salmah menyebut dirinya sempat dikembalikan ke kantor penyalur dengan alasan memiliki riwayat penyakit darah tinggi dan diabetes. Ia sempat berharap akan dipulangkan ke Indonesia. Kenyataannya, ia justru kembali dipindahtangankan.
Dijual Lagi ke Majikan Baru
Menurut pengakuannya, selama berada di kantor penyalur di Irak, ia mengalami perlakuan yang sangat memprihatinkan.
“Saya dikurung di kantor lima hari. Makan cuma sekali sehari, minumnya dikasih air kamar mandi,” tuturnya pilu.
Lebih memprihatinkan lagi, meski sudah bekerja pada beberapa majikan, gaji yang menjadi haknya disebut tidak pernah ia terima secara langsung.
“Saya dapat majikan enam kali, tapi uang gaji saya dibayar ke kantor dari majikan,” katanya.
Indikasi Pelanggaran Serius
Kasus ini langsung memantik perhatian publik. Pergantian majikan berulang, dugaan pengurungan, hingga penahanan gaji mengindikasikan potensi pelanggaran serius, bahkan mengarah pada dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Sejumlah pihak kini mendesak pemerintah daerah, Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), serta aparat penegak hukum untuk segera turun tangan menelusuri:
• Legalitas keberangkatan Salmah
• Peran sponsor dan perusahaan penyalur
• Keberadaan serta kondisi terbaru korban di Irak
• Hak gaji korban yang belum dibayarkan
Seruan Penyelamatan
Kondisi kesehatan Salmah yang memiliki hipertensi dan diabetes menambah kekhawatiran. Tanpa penanganan cepat, keselamatan korban dikhawatirkan semakin terancam.
Kasus ini menjadi alarm keras bahwa pengawasan penempatan pekerja migran masih menyisakan celah serius. Jika dugaan pelanggaran terbukti, publik menanti ketegasan negara untuk hadir dan melindungi warganya di negeri orang.
Penulis: Alim

