KARAWANG – Langit duka menyelimuti Kabupaten Karawang dan dunia dakwah Indonesia. Ulama kharismatik yang dikenal luas sebagai sosok penyejuk hati umat, KH Asep Mubarok atau yang akrab disapa Bah Jirok, wafat pada Minggu, 12 Juli 2026.
Kabar kepergian beliau menyebar dengan cepat dan mengundang gelombang belasungkawa dari berbagai kalangan. Ribuan jamaah, santri, tokoh masyarakat, hingga masyarakat umum merasa kehilangan sosok guru yang selama ini menjadi sumber ilmu, teladan akhlak, dan penguat keimanan.
Bah Jirok bukan sekedar dai. Beliau adalah ulama yang berhasil menyentuh hati masyarakat melalui dakwah yang santun, sederhana, dan penuh kesejukan. Ceramah-ceramahnya selalu disampaikan dengan bahasa yang ringan, diselingi humor yang mendidik tanpa mengurangi makna ajaran Islam, sehingga mudah diterima oleh semua lapisan masyarakat, dari anak muda hingga orang tua.
Di balik kelembutan tutur katanya, tersimpan dedikasi besar dalam membangun generasi Islam. Sepanjang hidupnya, KH Asep Mubarok mengabdikan diri sebagai Pimpinan Pondok Pesantren Al-Burdah Karawang sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Anwarul Burhan Cikampek. Dari kedua pesantren tersebut lahir banyak santri yang kini turut melanjutkan perjuangan dakwah dan pendidikan Islam di berbagai daerah.
Suasana haru menyelimuti rumah duka sejak kabar wafatnya tersebar. Para pelayat terus berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir dan memanjatkan doa bagi almarhum. Tangis dan doa mengiringi kepergian sosok yang selama ini dikenal dekat dengan masyarakat tanpa memandang latar belakang.
Ucapan belasungkawa juga datang dari berbagai tokoh daerah. Hadir di rumah duka Kepala Desa Cikampek Selatan, Edi Suparjono dan Camat Cikampek, Adi Firmansyah, S.H., M.M. Kehadiran mereka menjadi bentuk penghormatan atas jasa-jasa almarhum dalam membina umat dan memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.
Bagi para jamaah, Bah Jirok adalah sosok yang selalu membuka pintu bagi siapa pun yang membutuhkan nasihat. Kesederhanaannya, kepeduliannya terhadap sesama, serta keteguhannya dalam menyebarkan Islam yang damai menjadikan beliau dicintai oleh banyak orang.
Kepergian KH Asep Mubarok menjadi kehilangan besar, bukan hanya bagi keluarga dan pesantrennya, tetapi juga bagi dunia dakwah di Indonesia. Meski raganya telah tiada, ilmu yang diwariskan, akhlak yang dicontohkan, dan ribuan santri yang telah beliau didik akan menjadi amal jariyah yang terus mengalir.
Selamat jalan, Bah Jirok. Terima kasih atas cahaya ilmu, keteladanan, dan dakwah yang telah engkau tebarkan sepanjang hayat. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadahmu, mengampuni segala khilafmu, melapangkan alam kuburmu, serta menempatkanmu di tempat terbaik di sisi-Nya.
Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Semoga Allah SWT memberikan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan dan menjadikan seluruh warisan ilmu almarhum sebagai pahala yang terus mengalir. Aamiin Yaa Rabbal ‘Alamiin.
Penulis: Alim


