KH. Nur Kholis: Ilmu Tanpa Amal Tak Akan Berbuah, Hikmah Lahir dari Perbuatan Nyata

0
Caption: KH Nur Kholis: Ilmu Tanpa Amal Tak Akan Berbuah, Hikmah Lahir dari Perbuatan Nyata

Bekasi – Di tengah derasnya arus informasi dan semakin mudahnya seseorang memperoleh pengetahuan, KH. Nur Kholis, Pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Hikam Nurjati Sempu, Desa Cicau, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, mengingatkan bahwa ilmu tidak akan bernilai apabila hanya berhenti pada hafalan dan ucapan tanpa diwujudkan dalam amal nyata.

Pesan tersebut disampaikan saat menerima silaturahmi Ketua LSM ELANG MAS DPD Kabupaten Karawang, Fahmi Abdul Kodir, bersama Pimpinan Redaksi Media Ulas Berita, Syarif Hidayat atau yang akrab disapa Alim, Selasa (28/7/2026).

Dalam tausiyahnya, KH. Nur Kholis mengajak umat Islam agar tidak hanya berlomba menuntut ilmu, tetapi juga menjadikannya sebagai pedoman hidup yang diwujudkan melalui amal saleh, akhlak mulia, dan keikhlasan.

Menurutnya, ilmu adalah pengetahuan yang dipelajari, sedangkan hikmah merupakan kemampuan menempatkan sekaligus mengamalkan ilmu tersebut secara tepat dalam kehidupan sehari-hari.

“Ilmu harus melahirkan amal. Dari amal itulah akan lahir hikmah. Jika ilmu tidak diamalkan, maka ilmu itu tidak akan berbuah,” tegas KH. Nur Kholis.

Ia menegaskan bahwa ukuran keberhasilan seseorang bukan terletak pada banyaknya ilmu yang dikuasai, melainkan pada sejauh mana ilmu tersebut mampu mengubah perilaku, memperbaiki akhlak, dan menghadirkan manfaat bagi sesama.

Sebagai teladan, KH. Nur Kholis mengangkat kisah Nabi Sulaiman AS yang dianugerahi hikmah oleh Allah SWT. Menurutnya, hikmah merupakan karunia yang menjadikan seseorang mampu bersikap bijaksana, adil, serta menghadirkan kemaslahatan di tengah kehidupan masyarakat.

Selain itu, ia mengutip nasihat para ulama dalam Kitab Al-Hikam yang mengingatkan bahwa seorang mukmin tidak boleh merasa cukup hanya dengan amal ibadahnya. Manusia wajib berikhtiar dan beramal sebaik-baiknya, namun tetap menggantungkan harapan kepada rahmat Allah SWT, karena diterima atau tidaknya amal sepenuhnya merupakan hak Allah.

Dalam kesempatan tersebut, Fahmi Abdul Kodir dan Syarif Hidayat juga diajak untuk terus memperbanyak ibadah, menjaga keikhlasan, memperbaiki akhlak, serta mengamalkan ilmu dalam setiap aktivitas kehidupan.

KH. Nur Kholis menegaskan bahwa ilmu sejati bukan sekedar menambah wawasan, melainkan mampu melahirkan perubahan dalam diri seseorang. Ilmu yang diamalkan akan menjadi cahaya bagi pemiliknya sekaligus memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.

Menutup silaturahmi, ia berpesan agar umat Islam tidak berhenti pada proses mencari ilmu, tetapi menjadikan setiap ilmu sebagai jalan menuju ketakwaan, keberkahan hidup, serta kebahagiaan di dunia dan akhirat.

“Semoga setiap ilmu yang kita pelajari menjadi amal yang diterima Allah SWT, melahirkan hikmah, serta menjadi bekal menuju kebahagiaan dunia dan akhirat,” pungkasnya.

Penulis: Alim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini