KARAWANG | ULASBERITA.CLICK | Semangat “Sinergi Ilmu dan Aksi Nyata untuk Desa Berdaya” benar-benar diwujudkan oleh 18 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) di Desa Sindangmukti, Kecamatan Kutawaluya. Selama lebih dari sebulan, mereka bukan hanya menuntaskan kewajiban akademik, tapi menanamkan perubahan konkret melalui 16 program unggulan, plus dua inisiatif spontan yang menyentuh: Pawai Obor 1 Muharram dan Santunan Anak Yatim 10 Muharram.
Dalam balutan kesederhanaan desa, mahasiswa menyatu dengan masyarakat: dari anak-anak SD yang diajak menulis dan bercakap dalam bahasa Inggris, hingga pelaku UMKM yang belajar mengelola pemasaran digital. Warga lanjut usia dan ibu-ibu pun tak luput dari perhatian, ikut senam bersama setiap Jumat pagi.
Tak hanya itu, Posko KKN mereka melahirkan Taman Baca, ruang belajar informal yang selalu ramai saat senja, dan SIMUKTI, website desa yang kini menjadi sumber informasi, layanan, dan kanal aduan warga bagi lebih dari 3.000 penduduk.
Transformasi Digital dan Literasi: Bekal Anak Bangsa Hadapi Masa Depan
Mahasiswa menggarap serius bidang edukasi dengan:
• Cakap Digital untuk SMP, pelatihan penggunaan Microsoft Word dan Google Docs;
• PEDAS (Penjualan Digital Kripik Pare Semakin Cerdas) untuk UMKM agar melek pemasaran daring;
• Edukasi finansial melalui program “Uangku Pilihanku” serta pelatihan menulis dan berbahasa untuk siswa SD;
• Pembelajaran Bahasa Inggris Interaktif lewat lagu dan permainan edukatif.
Cinta Lingkungan dan Ketahanan Pangan: Dari Biopori hingga Bank Sampah
Kesadaran lingkungan diterjemahkan ke dalam aksi nyata:
• Penanaman bibit cabai di pekarangan rumah sebagai langkah ketahanan pangan keluarga;
• Pembuatan lubang biopori untuk mencegah banjir dan menyuburkan tanah;
• Edukasi pemilahan sampah dan pembentukan Bank Sampah, memberi nilai ekonomi dari limbah rumah tangga.
Sehat Fisik dan Mental: Kampanye Hidup Aktif dan Cegah Stunting
Kesehatan warga juga jadi prioritas. Program:
• Senada (Senam Asik Bareng Desa) digelar setiap Jumat untuk semua kalangan usia;
• Penyuluhan Cegah Stunting dan pembagian PMT kepada ibu balita memperkuat pemahaman pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan.
Sentuhan Sosial dan Spiritual: Memperkuat Ikatan Sosial
Dua program berbasis nilai religius dan kebudayaan menguatkan solidaritas warga:
• Pawai Obor 1 Muharram yang meriahkan malam Tahun Baru Islam dengan ribuan cahaya obor;
• Pengajian Anak untuk menanamkan nilai akhlak dan kecintaan terhadap agama sejak dini.
Literasi dan Budaya Baca: Membuka Akses Pengetahuan Lewat Taman Baca
Taman Baca jadi oase edukatif di tengah keterbatasan literatur. Koleksi buku hasil donasi dan inisiatif mahasiswa menjadi magnet bagi anak-anak untuk mencintai membaca.
Digitalisasi Pemerintahan Desa: SIMUKTI Jadi Warisan Teknologi Mahasiswa
Melalui website SIMUKTI, mahasiswa memperkenalkan sistem digital sederhana namun bermanfaat, menyimpan data penduduk, mendokumentasikan kegiatan desa, hingga menyediakan saluran aduan masyarakat.
“Kami ingin kehadiran kami di desa bukan sekadar formalitas akademik, tapi jadi bukti bahwa mahasiswa bisa hadir, bekerja, dan memberi dampak,” ungkap Ahmad Ali Nasim, Koordinator Mahasiswa KKN Sindangmukti.
Dengan fondasi program yang dirancang berkelanjutan, kehadiran mahasiswa KKN UNSIKA bukan hanya menorehkan jejak, tapi menciptakan ekosistem pemberdayaan yang hidup dan terus berkembang, sebuah bentuk pengabdian yang tak berhenti saat masa KKN usai.
Penulis: Alim


