
Karawang – Di tengah keluhan warga soal banjir tahunan dan tumpukan sampah yang kian memprihatinkan, sekelompok pemuda di Desa Rengasdengklok Selatan, Kabupaten Karawang, justru memilih untuk tidak tinggal diam. Mereka menyalakan obor perubahan lewat Forum Pemuda Warudoyong Bersatu (FPWB), sebuah gerakan akar rumput yang kini mulai menggugah kesadaran publik dan menantang pemerintah agar tak tutup mata terhadap persoalan lingkungan.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) FPWB, Rian Renaldi, mengungkapkan bahwa gerakan ini telah berjalan selama lima minggu berturut-turut, melibatkan sekitar 60 pemuda dari Dusun Warudoyong Utara dan Selatan. Setiap akhir pekan, mereka turun langsung membersihkan saluran air dan mengangkut lumpur yang menumpuk akibat luapan air dari pasar.
“Kami tidak ingin terus jadi korban banjir karena saluran mampet. Pemuda harus jadi bagian dari solusi, bukan penonton,” tegas Rian, Minggu (9/11/2025).
Namun, perjuangan FPWB tidak berhenti pada urusan kebersihan. Forum ini juga membuka babak baru pemberdayaan ekonomi pemuda, dengan mendorong agar potensi wilayah Warudoyong dikelola sendiri oleh masyarakat lokal, bukan oleh pihak luar yang selama ini menikmati hasilnya.
“Kami ingin pemuda Warudoyong punya peran nyata, bisa mengelola potensi daerahnya sendiri. Sudah waktunya yang muda memimpin perubahan,” tambah Rian.
Dalam pergerakannya, FPWB juga menekan pemerintah daerah agar lebih tanggap. Mereka menyoroti minimnya perhatian terhadap infrastruktur dasar seperti drainase dan sistem pengelolaan sampah.
“Jangan hanya duduk di kursi empuk dan bicara program di atas kertas. Turunlah, lihat sendiri kondisi warga. Banjir dan sampah ini bukan cerita baru,” sindir Rian tajam.
Sebagai langkah konkret, FPWB telah menggandeng anggota DPRD Karawang dari Partai NasDem, Neneng Siti Fatimah (Dapil 2), serta PUPR bidang SDA (tim biru) untuk mengawal program normalisasi saluran besar di pinggir irigasi Warudoyong. Program tersebut direncanakan segera dimulai dalam waktu dekat.
Puncak gerakan ini akan ditandai dengan Deklarasi Forum Pemuda Warudoyong Bersatu, yang akan digelar Senin, 10 November 2025, di kediaman Bapak Nanung, RT 34 RW 07, Warudoyong Utara, mulai pukul 10.00 WIB. Acara dijadwalkan dihadiri oleh Kepala Desa, pihak kepolisian, dan unsur Koramil setempat.
“Deklarasi ini bukan sekedar simbol. Kami ingin menggugah kesadaran warga, bahwa menjaga lingkungan bukan tugas pemerintah semata. Pemuda harus jadi penggerak,” tutup Rian dengan nada penuh keyakinan.
Gerakan FPWB kini menjadi bukti bahwa perubahan bisa dimulai dari kampung sendiri, asal ada kemauan, keberanian, dan kepedulian. Sementara publik menanti, apakah langkah pemuda Warudoyong ini akan benar-benar membuka mata para pengambil kebijakan?
Penulis: Alim

