
Karawang — Usaha bubut yang telah dirintis selama lebih dari 20 tahun oleh seorang warga Desa Rengasdengklok Selatan, Kecamatan Rengasdengklok, membuktikan bahwa kerja keras dan dedikasi dapat berjalan beriringan dengan pengabdian di pemerintahan desa.
Pak Dawan, pemilik usaha bubut sekaligus anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat, menceritakan awal mula merintis usahanya hingga kini tetap konsisten menjalankan dua peran tersebut.
“Saya sudah menjalankan usaha bubut ini lebih dari 20 tahun,” ujar Pak Dawan, Kamis (29/1/2026). Ia menjelaskan bahwa usaha tersebut dimulai dari kerja keras pribadi, merintis dari bawah hingga akhirnya bisa membuka bengkel sendiri.
“Sebelum menjabat sebagai BPD, saya sudah merintis usaha ini. Saat ini saya masih mengelola usaha sendiri, belum ada karyawan, tapi rencana ke depan ingin memberdayakan warga RT sekitar,” tambahnya.
Pendapatan usaha bubut yang dikelola Pak Dawan cukup stabil, dengan rata-rata penghasilan sekitar Rp 300-400 ribu per hari. Meski begitu, Pak Dawan tetap mengutamakan kewajibannya sebagai anggota BPD, khususnya saat ada kegiatan desa yang harus dihadiri.
“Selama empat tahun menjadi BPD, saya belum pernah menggunakan honor dari jabatan ini. Semua kebutuhan saya penuhi dari hasil usaha bubut sendiri,” ungkapnya penuh bangga.
Mengenai harapan ke depan, Pak Dawan berharap mendapat dukungan dari pihak desa atau Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk menambah modal dan menyediakan sparepart agar usahanya bisa berkembang lebih besar dan mampu mempekerjakan lebih banyak warga.
“Harapan saya bisa menambah modal dan mendapat bantuan dari desa supaya usaha ini bisa maju dan bisa membuka lapangan kerja,” pungkasnya.
Perjalanan usaha bubut Pak Dawan yang sekaligus menjadi wujud pengabdian di pemerintahan desa ini menjadi contoh inspiratif bagi warga lainnya, bahwa keseriusan dalam berwirausaha dan pengabdian masyarakat dapat berjalan berdampingan.
Penulis: Alim

