
KARAWANG | ULASBERITA.CLICK | Pernyataan kontroversial Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), yang menyebut tidak adanya anggaran untuk kerja sama dengan media pers, memantik gelombang reaksi. Di tengah derasnya kritik yang mulai bermunculan, sikap insan pers Karawang justru mengejutkan: bukannya mengecam, mereka memilih legowo dan bahkan mendukung langkah tersebut.
Dalam pernyataan terbuka yang disampaikan perwakilan media Karawang, Mr. KiM, para pewarta justru menegaskan bahwa dana hibah untuk media sebaiknya dihapus total. “Kalau perlu, dana hibah untuk media dihapus saja sekalian. Jangan setengah hati. Ini demi menghindari kecemburuan antarmedia di Jawa Barat, karena jumlahnya luar biasa banyak,” tegasnya, Sabtu (11/7).
Sikap ini menjadi tamparan elegan namun telak bagi Gubernur KDM. Di saat pejabat kerap berlindung di balik dalih efisiensi anggaran, insan pers Karawang justru menunjukkan kedewasaan dengan tak menggantungkan eksistensinya pada bantuan pemerintah.
Langkah tersebut juga dibarengi dengan pencabutan pernyataan boikot terhadap Gubernur KDM. Media Karawang kembali membuka ruang publikasi atas kegiatan orang nomor satu di Jawa Barat itu, dalam semangat menjaga independensi pers dan komitmen terhadap fungsi kontrol sosial.
Namun, bukan berarti sikap legowo ini membuat para jurnalis bungkam terhadap perlakuan yang mereka anggap merendahkan profesi. “Kami ingin mengingatkan Gubernur Jabar agar tidak lagi melontarkan sindiran terselubung yang mengarah ke media. Jangan lupa, media telah menjadi bagian dari perjalanan karier KDM hingga berada di titik ini,” ucap Mr. KiM dengan nada tegas.
Pernyataan ini merujuk pada sindiran KDM sebelumnya yang terkesan menyepelekan peran jurnalis, dengan menyebut platform seperti TikTok dan YouTube kini lebih efektif daripada media konvensional. Sebuah pernyataan yang menohok, namun juga dinilai menyesatkan dan mencederai marwah profesi kewartawanan.
“Silakan KDM fokus menunaikan janji-janji kampanyenya. Kami akan tetap pada posisi sebagai mitra kritis. Bukan pengikut, bukan pemuja. Tapi pengingat. Itulah tugas mulia jurnalis,” pungkas Mr. KiM.
Penulis: Alim

