Polemik Pungli di Sekolah Karawang Barat: Pembina Paguyuban Tugu Kebulatan Tekad Sindir ASN “Gagal Paham” Core Values BerAKHLAK

0
Caption: Polemik Pungli di Sekolah Karawang Barat: Pembina Paguyuban Tugu Kebulatan Tekad Sindir ASN “Gagal Paham” Core Values BerAKHLAK

Karawang – Polemik dugaan pungutan liar (pungli) yang mencuat di salah satu sekolah menengah di Kecamatan Karawang Barat memantik reaksi keras dari Pembina Paguyuban Tugu Kebulatan Tekad sekaligus Komite di salah satu SMP, Majid. Ia menilai kasus tersebut menjadi bukti telak bahwa pemahaman dan penerapan Core Values BerAKHLAK di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) masih jauh dari harapan.

Menurut Majid, nilai BerAKHLAK, yang seharusnya menjadi kompas moral ASN, justru mandek pada tataran slogan. Padahal, nilai-nilai berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, serta kolaboratif seharusnya menjadi napas dalam setiap tindakan ASN.

“Kasus yang terjadi ini menunjukkan bahwa nilai BerAKHLAK belum benar-benar diterapkan. ASN harus memahami perannya sebagai pelayan masyarakat, bukan justru terlibat dalam praktik yang merugikan publik,” tegas Majid, Senin (8/12/2025).

Ia menyoroti khusus lemahnya implementasi nilai Kolaboratif, yang menurutnya menjadi salah satu akar munculnya persoalan di lingkungan sekolah.

Tak hanya menyinggung ASN, Majid juga menyorot komite sekolah yang kerap diposisikan sebatas “pelengkap administrasi”. Padahal, sesuai Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016, komite sekolah memiliki peran strategis dalam pengawasan dan peningkatan mutu pendidikan.

“Banyak yang lupa bahwa komite bukan sekedar stempel. Komite adalah mitra strategis yang harus ikut memastikan sekolah berjalan transparan dan akuntabel,” kritiknya.

Majid menilai kejadian pungli ini harus menjadi wake up call bagi seluruh instansi pemerintah di Karawang. Ia meminta agar Core Values BerAKHLAK tidak hanya dipasang besar-besaran di dinding kantor atau disampaikan dalam seminar seremonial, tetapi benar-benar menjadi budaya kerja yang hidup.

Lebih jauh, ia mendesak peran BKPSDM Karawang diperkuat sebagai pembina karakter dan etika ASN. Menurutnya, lembaga tersebut harus lebih agresif memastikan pembinaan berjalan seirama dengan arahan Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, terkait profesionalisme dan integritas ASN.

“Nilai BerAKHLAK harus menjadi budaya, bukan sekedar slogan. ASN harus hadir sebagai pribadi yang siap melayani bangsa dan masyarakat,” tutup Majid dengan nada tegas.

Penulis: Alim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini