Jakarta – Peringatan Hari Buruh Internasional 2026 berlangsung meriah di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jumat (1/5). Ribuan buruh dari berbagai daerah memadati lokasi sejak pagi untuk menyuarakan aspirasi dalam momentum tahunan tersebut.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, hadir langsung di tengah massa buruh. Kehadirannya disambut antusias oleh para pekerja dari berbagai sektor, mulai dari manufaktur, transportasi, hingga ekonomi digital.
Dalam kesempatan itu, Presiden menerima 11 poin aspirasi buruh yang disampaikan oleh perwakilan pekerja lintas sektor. Salah satu isu yang menjadi sorotan utama adalah tuntutan pengemudi ojek online terkait besaran potongan aplikasi.
Para pengemudi ojol mengusulkan agar potongan dari perusahaan aplikasi diturunkan menjadi di bawah 10 persen. Menanggapi hal tersebut, Presiden menyatakan bahwa pemerintah akan mengkaji usulan itu secara menyeluruh.
“Kami mendengar dan memahami aspirasi seluruh pekerja, khususnya pengemudi ojek online yang memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi masyarakat. Usulan terkait penurunan potongan ini akan dikaji secara menyeluruh bersama pihak-pihak terkait,” ujar Presiden.
Peringatan May Day tahun ini tidak hanya menjadi ajang penyampaian tuntutan, tetapi juga simbol solidaritas antar pekerja. Massa buruh tampak membawa berbagai spanduk dan poster yang berisi tuntutan mengenai upah layak, perlindungan tenaga kerja, serta jaminan sosial.
Melalui dialog langsung antara pemerintah dan perwakilan buruh, diharapkan berbagai aspirasi tersebut dapat ditindaklanjuti dalam bentuk kebijakan konkret yang berpihak pada kesejahteraan pekerja di Indonesia.


