KARAWANG | ULASBERITA.CLICK | Proyek peningkatan jalan yang digarap Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karawang kembali memicu polemik panas. Dugaan penyimpangan lokasi pembangunan mencuat setelah warga menemukan bahwa proyek senilai hampir Rp200 juta yang tercatat untuk Dusun Patengong justru dikerjakan di lokasi berbeda, Dusun Ciwarak.
Papan proyek menyebut jelas, Peningkatan Jalan Sekarwangi Patengong, Kecamatan Rawamerta, sepanjang 104 meter dan lebar 4,5 meter, dikerjakan oleh CV. Krakatau Abadi dengan masa kerja 45 hari dan anggaran dari APBD Karawang 2025 senilai Rp189.246.000. Namun fakta di lapangan berbanding terbalik, aspal baru justru menghampar di wilayah lain.
“Kami sudah tiga tahun menunggu jalan ini dibangun. Tapi malah dialihkan begitu saja. Ini bukan lagi sekadar salah lokasi, ini penghinaan terhadap warga,” tegas salah satu warga Patengong, Sabtu (28/6).
Kemarahan warga tak terbendung. Proyek yang seharusnya menjadi solusi, berubah menjadi simbol ketidakadilan. Banyak warga menduga proyek ini sarat muatan politis. “Jangan hanya datang saat kampanye, giliran punya kuasa, rakyat kecil dibuang,” geram warga lainnya.
Desakan transparansi pun bergema. Seorang tokoh pemuda menantang Dinas PUPR Karawang untuk bertanggung jawab. “Kalau tertulis Patengong, ya bangun di Patengong. Jangan main geser lokasi semaunya,” tandasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Dinas PUPR Karawang maupun kontraktor pelaksana. Sementara itu, warga Patengong menanti bukan sekadar klarifikasi, tapi bukti nyata. Jalan yang dijanjikan, bukan sekadar papan proyek yang menyesatkan.
Penulis: Alim


