PSM Desa Kutakarya Bantah Isu Potongan BLT Sementara Kesra

0
Caption: PSM Desa Kutakarya Bantah Isu Potongan BLT Sementara Kesra

Karawang — Juru bayar sekaligus Pendamping Sosial Masyarakat (PSM) Desa Kutakarya, Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang, Anggara, memberikan klarifikasi terkait isu potongan dalam penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Sementara Kesra yang belakangan ramai diperbincangkan masyarakat. Ia menegaskan bahwa sejak awal seluruh proses penyaluran telah dikoordinasikan dan diinstruksikan untuk tidak ada potongan sedikit pun.

Menurut Anggara, sebelum penyaluran dimulai, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Kepala Desa Kutakarya, Babinsa Desa Kutakarya Suherlan, serta para ketua RT. Dalam pertemuan tersebut, seluruh pihak menyepakati bahwa penyaluran BLT harus dilakukan secara utuh tanpa pemotongan.

“Dari awal undangan datang, kami sudah koordinasi dengan kepala desa dan Babinsa. Instruksi kami jelas: tidak ada potongan. Kalau ada warga yang memberi secara sukarela, itu di luar mekanisme, dan tetap kami tanyakan lagi apakah benar-benar ikhlas,” jelas Anggara, Rabu (26/11/2025).

Perketat Pengawasan untuk Cegah Pelanggaran

Terkait munculnya isu potongan, Anggara menegaskan akan mengambil langkah lebih tegas dengan memperketat pengawasan, terutama kepada para ketua RT, agar tidak ada pihak yang berani merugikan masyarakat.

“Saya pasti ambil langkah tegas. Kami tekan kembali kepada ketua RT agar tidak melakukan hal-hal seperti itu,” tegasnya.

Ia berharap tidak ada lagi oknum yang mencoba memanfaatkan momentum penyaluran bantuan, baik di tingkat RT maupun pihak lain yang mengatasnamakan pemerintah desa.

KPM dan Kendala Data Tidak Valid

Desa Kutakarya memiliki total 418 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk program BLT Sementara Kesra. Namun, Anggara menyebut terdapat lebih dari 20 penerima yang tidak ditemukan alamatnya sehingga bantuan harus dikembalikan (retur) ke PT Pos.

“Data tidak selalu valid. Banyak yang tidak ditemukan alamatnya, sekitar 20 lebih yang akhirnya diretur,” ujarnya.

Nominal dan Sifat Program BLT Kesra

Program BLT Sementara Kesra ini bernilai Rp900.000 per KPM, mencakup pembayaran untuk tiga bulan sekaligus: Oktober, November, dan Desember. Anggara menegaskan bahwa bantuan ini merupakan program sementara, bukan bantuan reguler seperti PKH atau BPNT.

Teknis Penyaluran: Dilakukan di Rumah RT

Berbeda dengan penyaluran bantuan reguler yang biasanya dipusatkan di satu lokasi, penyaluran BLT Sementara Kesra di Desa Kutakarya dilakukan di rumah-rumah ketua RT. Kebijakan ini diambil karena banyaknya penerima dari kalangan lanjut usia yang kesulitan hadir ke titik penyaluran terpusat.

“Kami khawatirkan lansia kalau harus ke satu titik. Jadi kami putuskan penyaluran di rumah RT. Bukan door to door, tapi per RT,” jelasnya.

Penyaluran dilakukan di 15 titik, sesuai jumlah RT yang tersebar di lima dusun. Beberapa RT hanya memiliki sedikit KPM, misalnya RT 12 yang hanya memiliki empat penerima. Selama proses berlangsung, kegiatan juga mendapat pengawalan dari Babinsa, pendamping sosial kecamatan, serta monitoring dari pihak kecamatan.

Penulis: Alim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini