
Karawang — Puluhan anggota organisasi XTC 911 Kembar Kabupaten Karawang mendatangi kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Karawang, Kamis (30/10/2025), menuntut transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan proyek-proyek infrastruktur daerah.
Aksi yang berlangsung tertib namun penuh tekanan publik itu menjadi sorotan, karena jarang terjadi organisasi masyarakat turun langsung menagih tanggung jawab dinas teknis terkait dugaan penyimpangan proyek. Audiensi berlangsung di Aula DPUPR Karawang dan dihadiri oleh Kabid Jalan dan Jembatan, Kabid Bangunan, serta Kabid Jasa Konstruksi, dengan pengawalan ketat dari personel Polres Karawang.
Ketua XTC 911 Kembar, Yusef Satriana, atau yang akrab disapa Mang Cepot menjelaskan, audiensi ini merupakan tindak lanjut dari dua kali kunjungan sebelumnya yang tidak mendapat tanggapan dari DPUPR. Dari total 25 anggota yang hadir, lima orang ditunjuk sebagai perwakilan dalam forum resmi tersebut.
“Kami datang bukan untuk ribut, tapi menuntut transparansi. Temuan-temuan BPK jangan dibiarkan. Kalau ada proyek yang tidak sesuai, harus ada tindakan nyata,” tegasnya di hadapan pejabat DPUPR.
Mereka menyoroti sejumlah temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di sektor jalan dan bangunan, yang disebut belum sepenuhnya ditindaklanjuti oleh DPUPR.
Menanggapi hal itu, Kabid Jasa Konstruksi Irwansyah menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan seleksi ketat terhadap para kontraktor.
“Kita seleksi pemborong yang hasil kerjanya bagus, karena ini uang rakyat. Kalau ada yang melanggar, langsung kita blacklist. Semua harus sesuai SOP,” ujar Irwansyah.
Sementara Kabid Jalan dan Jembatan, Tri Winarno, memastikan sebagian besar temuan sudah ditangani.
“Temuan tinggal sedikit lagi, hanya beberapa titik dengan nilai sekitar Rp200 juta,” ungkapnya.
Audiensi ini akan dijadwalkan kembali untuk menuntaskan isu-isu yang belum terselesaikan. Meski berjalan kondusif, pertemuan tersebut meninggalkan pesan kuat, masyarakat kini semakin berani menuntut transparansi dan mengawal penggunaan uang negara di Karawang.
Penulis: Alim

