Rully Alfiady: Ormas Jangan Hanya Muncul Saat Konflik, Saatnya Jadi Motor Pembangunan

0
Caption: Rully Alfiady: Ormas Jangan Hanya Muncul Saat Konflik, Saatnya Jadi Motor Pembangunan

Karawang – Pesan tegas dilontarkan Wakil Ketua Umum Angkatan Muda Siliwangi (AMS), Drs. Rully H. Alfiady, di tengah sorotan publik terhadap eksistensi dan kontribusi organisasi kemasyarakatan (ormas) di Indonesia. Menurutnya, ormas tidak boleh hanya terlihat ketika terjadi konflik, demonstrasi, atau momentum politik, melainkan harus tampil sebagai bagian dari solusi dan penggerak pembangunan masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Rully saat membuka Kongres ke-XI organisasi kemasyarakatan bertema kebangsaan dan pemberdayaan masyarakat di Aula Husni Hamid Plaza Pemda Karawang, Rabu (10/6/2026).

Di hadapan para tokoh organisasi dan peserta kongres, Rully menegaskan bahwa keberadaan ormas akan dinilai dari manfaat dan kontribusi nyatanya bagi masyarakat, bukan sekedar dari jumlah anggota, atribut, atau kemampuan mengerahkan massa.

“Organisasi masyarakat memiliki posisi strategis dalam memperkenalkan potensi daerah, memperkuat nilai sosial kemasyarakatan, serta menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,” tegasnya.

Pernyataan tersebut langsung menarik perhatian peserta kongres. Pasalnya, dalam beberapa tahun terakhir, peran ormas kerap menjadi perbincangan publik. Tidak sedikit masyarakat yang mempertanyakan sejauh mana organisasi kemasyarakatan berkontribusi terhadap pembangunan dibandingkan keterlibatannya dalam isu-isu konflik sosial maupun politik.

Menurut Rully, sejarah telah membuktikan bahwa organisasi kemasyarakatan memiliki andil besar dalam menjaga stabilitas daerah dan mendukung perjalanan pembangunan bangsa. Karena itu, ia menilai sudah saatnya ormas memperkuat fungsi sosialnya sebagai mitra strategis pemerintah dan jembatan aspirasi masyarakat.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap tema kongres yang dinilai memiliki makna filosofis yang kuat. Baginya, tema tersebut bukan sekedar slogan kegiatan, tetapi dapat menjadi kompas moral dan intelektual dalam menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks.

Di tengah percepatan pembangunan di berbagai sektor, Rully mengingatkan bahwa pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri. Keterlibatan masyarakat dan organisasi kemasyarakatan sangat dibutuhkan untuk melahirkan gagasan, kritik konstruktif, serta rekomendasi yang mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat.

“Kongres ini harus menjadi momentum lahirnya rekomendasi-rekomendasi strategis yang terukur dan dapat diimplementasikan untuk memperkuat pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap kongres tidak hanya menjadi forum seremonial yang dipenuhi pidato dan diskusi, tetapi mampu menghasilkan langkah konkret yang berdampak langsung bagi kehidupan masyarakat.

Menutup sambutannya, Rully mengajak seluruh elemen organisasi untuk memperkuat persatuan, mempererat kolaborasi, dan menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan kelompok maupun golongan.

“Kita harus bersatu, saling mendukung, dan bersama-sama menjaga serta memperjuangkan kepentingan masyarakat demi terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan,” pungkasnya.

Pidato tersebut mendapat respons positif dari peserta kongres. Namun, pesan yang disampaikan Rully juga memunculkan refleksi yang lebih luas: apakah ormas saat ini sudah benar-benar menjadi motor pembangunan masyarakat, atau justru masih lebih sering muncul ketika terjadi konflik dan momentum politik?

Pertanyaan itu kini menjadi tantangan sekaligus ujian bagi seluruh organisasi kemasyarakatan untuk membuktikan bahwa keberadaannya benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini