
KARAWANG — Menjelang pemilihan Kepala Desa Srikamulyan, Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang, sejumlah nama mulai menyatakan kesiapan untuk mengabdikan diri melalui kontestasi kepemimpinan desa. Salah satunya adalah Sobari, yang secara terbuka menyampaikan niatnya untuk mencalonkan diri sebagai Kepala Desa Srikamulyan.
Dengan pengalaman pernah menjabat sebagai Kepala Dusun (Kadus) Ciwaru 1 selama dua periode, Sobari mengaku terdorong untuk kembali mengabdi kepada masyarakat. Keinginannya maju sebagai calon kepala desa, menurutnya, tidak terlepas dari dukungan dan dorongan warga.
Dalam pernyataannya, Sobari menegaskan bahwa pencalonannya bukan untuk mengejar kepentingan pribadi, apalagi memperkaya diri. Ia ingin membangun pemerintahan desa yang terbuka, transparan, serta melibatkan masyarakat dalam setiap proses pembangunan.
“Atas dasar dorongan warga dan masyarakat, kami ingin bersatu dengan warga dan masyarakat. Kami punya tujuan, bukan untuk memperkaya diri dan bukan untuk mementingkan diri sendiri,” ungkap Sobari, Selasa (11/8/2026).
Menurutnya, pembangunan desa tidak hanya bergantung pada besar atau kecilnya anggaran yang tersedia. Hal yang jauh lebih penting adalah bagaimana anggaran tersebut dikelola secara terbuka dan digunakan sesuai kebutuhan masyarakat.
Sobari menilai, keterbukaan dalam pengelolaan anggaran desa menjadi salah satu kunci untuk membangun kepercayaan masyarakat. Dengan transparansi dan kerja sama, ia meyakini berbagai program pembangunan dapat berjalan lebih baik dan memberikan manfaat yang lebih luas.
“Besar atau kecilnya anggaran, kalau kita transparan dan bersatu dengan masyarakat, insya allah akan lebih mudah. Dalam bidang apa pun, untuk memajukan dan membawa perubahan, kita harus bersatu dan bekerja sama,” ujarnya.
Selain transparansi, Sobari juga menyatakan kesiapannya untuk menjadi pemimpin yang mau mendengar suara masyarakat. Ia berkomitmen membuka ruang bagi warga untuk menyampaikan berbagai keluhan, masukan, maupun aspirasi yang berkaitan dengan kehidupan dan pembangunan desa.
“Kalau kami dipercaya oleh masyarakat dan warga, kami siap menampung keluhan masyarakat dan aspirasi masyarakat,” katanya.
Pengalaman dua periode sebagai Kepala Dusun Ciwaru 1 menjadi modal penting bagi Sobari dalam memahami kehidupan masyarakat di tingkat bawah. Selama menjalankan tugas tersebut, ia bersentuhan langsung dengan berbagai persoalan dan kebutuhan warga.
Kini, dengan niat kembali mengabdi melalui pencalonan sebagai Kepala Desa Srikamulyan, Sobari berharap dapat memperoleh kepercayaan masyarakat sekaligus kesempatan untuk membawa gagasan tentang pemerintahan desa yang transparan dan mengedepankan kebersamaan.
Ia pun menyerahkan seluruh proses pencalonan dan perjuangannya kepada Allah SWT.
“Insya allah, mudah-mudahan Allah memberikan izin dan mengizinkan kami. Jika dipercaya oleh masyarakat dan warga, kami siap untuk mengemban amanah tersebut,” pungkasnya.
Bagi Sobari, kepemimpinan desa bukanlah tentang siapa yang paling kuat, melainkan tentang bagaimana membangun kebersamaan antara pemerintah desa dan masyarakat. Dengan semangat transparansi, keterbukaan, dan kerja sama, ia berharap Srikamulyan ke depan dapat terus berkembang dan menjadi desa yang lebih baik bagi seluruh masyarakat.
Penulis: Alim

